Cabor Squash. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Turnamen squash terbuka bertajuk “Squash Tournament 2021”, di kawasan Nusa Dua, 28 – 29 Mei. Tujuannya, untuk membangkitkan kembali cabor squash yang lama vakum, di Pulau Dewata ini.

Mantan Ketua Harian Persatuan Squash Indonesia (PSI) Bali Maryono Ryadi di Denpasar, Senin (24/5), mengemukakan pihaknya membatasi jumlah peserta maksimal 25 atlet, mengingat saat ini pandemi covid-19. “Seluruh peserta baik putra maupun putri, kami campur adukkan, sebab turnamen ini baru pertama kali diselenggarakan,”ungkap Maryono.

Baca juga:  Menparekraf Pindah Kantor ke Bali

Dikemukakan, pihaknya mengkategorikan peserta, berdasarkan kemahirannya. Bagi yang piawai bermain squash dan profesional, masuk kategori A, selanjutnya disusul kategori B dan C. “Yang penting, turnamen ini berlangsung semarak, dalam menjaring bibit atlet bertalenta dan berbakat,” sebut dia.

Maryono juga tidak mengklasifikasikan peserta, berdasarkan usianya, yang membanggakan, usia peserta ada yang sudah berumur, termasuk para junior juga ada yang ikut berpartisipasi.

Menurut dia, venue squash, di Nusa Dua, terdiri atas dua lapangan, sehingga dalam sekali permainan bisa melibatkan empat pemain sekaligus.”Kami menggelar turnamen ini tetap mematuhi prokes, seraya membatasi jumlah penonton,”tuturnya.

Baca juga:  Diringkus, Pelaku Skimming Asal Bulgaria

Ia berharap ke depan, Bali mampu membina atlet junior, hingga dipersiapkan berlaga ke ajang Pra PON. “Saya optimis atlet junior bisa diterjunkan pada Pra PON 2023, mengingat pelaksanaan PON berikutnya, di Aceh dan Sumut, pada 2024 mendatang,”ungkapnya.

Maryono menegaskan bagi peserta yang baru mendaftar dipersilakan langsung bertanding meladeni lawannya. Pasalnya, turnamen ini menggunakan sistem setengah kompetisi. Artinya, seluruh kontestan saling bertemu, pada kategori yang sama. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *