
DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer mengungkapkan saat ini kondisi internal kepengurusan di Badung sedang tidak baik-baik saja. Golkar Badung disebutnya sedang resah karena khawatir strategi partai dibocorkan.
Hal ini menyusul pindahnya Ketua DPD Partai Golkar Badung periode 2020-2025, I Wayan Suyasa ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) namun anak sulungnya, I Putu Sika Adi Putra hingga kini masih tercatat sebagai kader Golkar sekaligus anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Badung.
Ia menyebut laporan dari kader di daerah menyatakan suasana rapat menjadi tidak nyaman karena adanya potensi konflik kepentingan dan kekhawatiran kebocoran strategi partai. “Teman-teman di Badung merasa agak risih. Karena strategi partai bisa dianggap bocor ke partai lain. Bahkan dicurigai sebagai ‘mata-mata’,” ungkapnya, Sabtu (31/1).
Meski demikian, Demer menegaskan keputusan akhir berada di tangan DPP Partai Golkar. Pihaknya di daerah hanya akan melaporkan kondisi yang terjadi di lapangan.
Namun secara etika politik, ia kembali menilai langkah terbaik I Putu Sika Adi Putra adalah mundur dari salah satu posisi kepartaian. “Keputusan tetap di DPP. Tapi sebaiknya mundur,” sarannya.
Ia menegaskan aturan internal Partai Golkar melarang satu keluarga berada di partai politik berbeda dalam satu daerah pemilihan (dapil).
Demer menjelaskan, jika terdapat ayah dan anak atau anggota keluarga inti yang mencalonkan diri dari partai berbeda dalam satu dapil, maka salah satu wajib memilih. Tidak diperkenankan “naik, turun, ke samping, atas atau bawah” dalam dapil yang sama dengan partai berbeda.
“Kalau dalam satu dapil berbeda partai, pasti kami minta salah satunya memilih. Tidak boleh satu keluarga berada di dua partai dalam satu dapil,” tegas Demer.
Menurut Demer, apabila Wayan Suyasa mencalonkan diri melalui PSI, maka anaknya tidak diperkenankan tetap mencalonkan diri dari Golkar dalam dapil yang sama. “Kalau bapaknya ke PSI, anaknya harus memilih. Tidak bisa dua-duanya,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)










