Komplotan WNA terlibat perampokan ditunjukkan saat konferensi pers di Lobi Mapolresta Denpasar. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus tindak pidana sadis melibatkan WNA terus terjadi di Bali. Oleh karena itu Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang beserta jajarannya terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan deteksi dini terhadap keterlibatan maupun kerentanan WNA terhadap tindak pidana, baik sebagai pelaku maupun korban.

Kombes Leonardo, Rabu (25/3) menyampaikan, upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan patroli di kawasan wisata, pengawasan terhadap aktivitas orang asing, serta sinergi dengan instansi terkait seperti Imigrasi, pemerintah daerah, dan pelaku pariwisata.

Baca juga:  Capai Empat Truk, Miras Berbagai Merek Dimusnahkan

“Kami dari Polresta Denpasar juga mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi hukum kepada WNA, serta peningkatan peran Bhabinkamtibmas dan intelijen dalam memetakan potensi kerawanan,” ujarnya.

Terkait deteksi dini terhadap WNA residivis yang masuk ke Bali, pihaknya berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan aparat penegak hukum lainnya dalam pertukaran data serta informasi. Melalui web. Cakrawasibali.com, aparat kepolisian dapat memantau aktivitas WNA secara cepat dan akurat, serta mendeteksi potensi pelanggaran hukum lebih awal.

Baca juga:  Kasus WNA Terbunuh di Depan Vila, Korban Baru Tiga Hari Tinggal di TKP

Sistem ini juga memungkinkan pengelola penginapan melaporkan data tamu asing kepada aparat berwenang, sesuai dengan amanat Undang-undang Keimigrasian.

Leonardo mengungkapkan Polda Bali dan Polresta Denpasar juga sudah bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali untuk menyosialisasikan penggunaan Cakrawasi kepada pelaku usaha akomodasi, sehingga seluruh wisatawan asing dapat terdata secara optimal dan riil time.

Jika masyarakat ingin melaporkan keberadaan orang asing yang mencurigakan, bisa menggunakan platform Cakrawasibali. Ini adalah langkah penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Bali secara bersama sama.

Baca juga:  Produksi Jagung Manis di Denpasar Capai 4.529,06 Ton

“Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, khususnya di kawasan pariwisata, agar tetap kondusif bagi masyarakat dan wisatawan,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN