Personel Polda Bali mengikuti apel pengamanan malam takbiran. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Saat umat Hindu melaksanakan ngembak geni merupakan rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1948, umat Muslim mengadakan malam takbiran perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3). Terkait kegiatan tersebut, Polda Bali melakukan pengamanan untuk memastikan harmoni tetap terjaga dan mengerahkan 495 personel Polda Bali. Personel tersebut ditugaskan melakukan pengamanan malam takbiran di lima masjid di Kota Denpasar.

Pengamanan ini dilakukan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar, tanpa mengurangi kekhusyukan masing-masing umat dalam menjalankan keyakinannya.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy mengatakan lima masjid yang menjadi fokus pengamanan, yakni Masjid Baiturahman di Jalan Ahmad Yani, Masjid Ukhuwah di Jalan Kalimantan, Masjid Baitul Makmur di Jalan Gunung Merbuk Tegal, Masjid At-Taqwa Polda Bali di Jalan Supratman, serta Masjid An-Nur di Jalan Diponogoro. “Di Bali, momen ini memiliki nuansa khas karena berlangsung berdampingan dengan tradisi ngembak geni,” ujarnya.

Baca juga:  Krama Desa Adat Semate Laksanakan Tradisi Mbed-mbedan

Dalam pelaksanaannya, menurut Kombes Ariasandy, personel kepolisian tidak hanya melakukan penjagaan, tetapi juga berkoordinasi dengan pengurus masing-masing masjid. Hal ini dilakukan karena setiap masjid memiliki tata cara pelaksanaan takbiran yang berbeda, sehingga pola pengamanan pun disesuaikan secara humanis dan situasional.

Selain itu, Polda Bali mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan takbiran dengan konvoi kendaraan di jalan raya. Imbauan ini bertujuan menjaga kekhusyukan ibadah sekaligus menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca juga:  Dana Bencana Dipakai Bayar Biaya Perawatan Pengungsi Gunung Agung

Pengaturan lalu lintas turut dilakukan selama kegiatan berlangsung guna memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar. Di sela-sela pengamanan, petugas juga aktif menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat agar suasana kondusif tetap terjaga.

“Momentum ini menunjukkan Bali sebagai pulau toleransi. Dua perayaan besar yang berlangsung hampir bersamaan dapat berjalan berdampingan dengan penuh saling menghormati. Kami hadir untuk memastikan seluruh masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Baca juga:  Desa Adat Panji Terus Lestarikan Tradisi Megoak Goakan

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbiran keliling menggunakan kendaraan. Mari kita jaga suasana tetap khusyuk, tertib, dan saling menghormati, sehingga perayaan ini benar-benar membawa kedamaian bagi semua,” ucap mantan Kabid Humas Polda NTT ini. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN