
GIANYAR, BALIPOST.com – Ribuan krama Desa Adat Tegal Tugu memadati Pantai Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, untuk melaksanakan upacara melasti, Selasa (17/3). Ritual suci ini merupakan rangkaian penting menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948.
Guna memastikan kekhidmatan dan kelancaran arus lalu lintas, personel Polsek Gianyar melalui Bhabinkamtibmas Desa Tegal Tugu, Aiptu I Gusti Ngurah Arthana Gede Raka, bersinergi erat dengan Babinsa Sertu I Made Sukajaya dari Koramil 1616-01/Gianyar serta jajaran pecalang desa setempat.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan mengungkapkan upacara melasti yang diikuti sekitar 2.000 warga ini berlangsung khidmat. Dengan iringan tabuh baleganjur, warga mengusung pratima dan sarana upacara menuju segara (laut) sebagai simbol penyucian diri (Bhuana Alit) dan alam semesta (Bhuana Agung).
“Kehadiran kami di lapangan adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sinergi bersama TNI dan Pecalang menjadi kunci agar prosesi berjalan tertib tanpa hambatan, mengingat jumlah massa yang cukup besar di jalur menuju pantai,” ujarnya.
Kapolsek menegaskan pengamanan rangkaian hari raya keagamaan merupakan prioritas pelayanan Polri. Pihaknya terus memantau titik-titik keramaian untuk menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Kecamatan Gianyar tetap kondusif.
“Kami mengapresiasi kedisiplinan warga Desa Adat Tegal Tugu selama prosesi berlangsung. Polsek Gianyar akan terus berkolaborasi dengan unsur pengamanan adat dan TNI untuk mengawal seluruh rangkaian Nyepi hingga puncak hari raya nanti,” tegas Kompol Adi Suryawan.
Hingga upacara berakhir dan warga kembali ke desa, situasi di sepanjang jalur Pantai Masceti terpantau aman, lancar, dan terkendali. (Wirnaya/balipost)










