
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung memastikan layanan Badung Free WiFi tetap aktif saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi Caka 1948 pada Kamis (19/3). Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 2 Tahun 2026 tentang Himbauan Pelaksanaan Seruan Bersama Rangkaian Hari Suci Nyepi di Provinsi Bali Tahun 2026.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah hanya menghentikan layanan jaringan seluler selama pelaksanaan Nyepi. Sementara itu, akses WiFi publik yang disediakan pemerintah daerah tetap beroperasi untuk mendukung kebutuhan layanan di sejumlah titik vital.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung, Nyoman Wirnata, membenarkan bahwa Badung Free WiFi akan tetap menyala selama Nyepi. “Badung Free WiFi untuk sementara sebelum ada pemberitahuan kembali berdasarkan Surat Edaran dan Seruan Bersama yang ditandatangani oleh Bapak Kapolda, Gubernur Bali, Kementerian Agama Badung dan Bali serta FKUB menekankan untuk provider layanan internet selularnya saja yang dinonaktifkan. Sedangkan, untuk WiFi-nya tetap on,” ungkap Wirnata pada Senin (16/3).
Menurutnya, jaringan WiFi gratis yang dipasang pemerintah daerah banyak dimanfaatkan di lokasi-lokasi penting. Layanan tersebut mendukung operasional fasilitas kesehatan, posko pengamanan, hingga kantor pemerintahan yang tetap bertugas saat Nyepi.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar titik Badung Free WiFi memang ditempatkan pada lokasi yang dianggap penting bagi pelayanan masyarakat. “Yang di banjar-banjar kita tetap aktifkan, karena site-site Badung Free WiFi-nya ada di site-site yang kita anggap urgent. Urgent dan penting, seperti di rumah sakit, yang kedua di Puskesmas-Puskesmas seluruh Badung dan Pustu-nya, untuk kantor camat-kantor camat, kantor desa nika kan biasanya dipakai posko juga. Nah, untuk di banjar-banjar juga kan biasa juga dipakai posko,” terangnya.
Selain fasilitas kesehatan dan kantor pemerintahan, jaringan tersebut juga tersedia di banjar-banjar di seluruh wilayah Badung. Lokasi ini kerap digunakan sebagai posko pengamanan selama pelaksanaan Nyepi.
Terkait kemungkinan pembatasan akses media sosial selama Nyepi, Wirnata menyebut hingga saat ini belum ada keputusan resmi. Pemerintah daerah masih akan melakukan koordinasi internal untuk membahas kebijakan tersebut.
“Untuk media sosial belum ada kesepakatan seperti itu (pembatasan -red). Namun, kami akan koordinasi dengan bidang PIP-nya seperti apa kebijakanya. Hanya untuk free wifi tetap aktif,” ungkapnya.
Meski layanan WiFi tetap menyala, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar memanfaatkan internet secara bijak. Ia meminta warga tidak menyalahgunakan akses tersebut, apalagi sampai keluar rumah hanya untuk mencari jaringan WiFi.
“Kami minta kepada masyarakat, dengan hidupnya WiFi tidak disalahgunakan lah untuk bepergian keluar mencari WiFi di banjar. Masyarakat juga agar bijak memanfaatkan internet. Cukup di rumah untuk bisa mendapatkan informasi-informasi dari rumah sesuai dengan Catur Brata Panyepian,” katanya.
Ia juga mengingatkan para petugas yang bertugas selama Nyepi agar tidak mengunggah aktivitas mereka ke media sosial. Hal ini dinilai penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
“Semua umat baik Hindu yang merayakan Nyepi maupun Muslim yang merayakan Idulfitri kami minta untuk tidak menggungah apapun aktifitas di Media sosial, sehingga toleransi tetap terjaga,” tegasnya.
Kebijakan tersebut, diharapkan Wirnata tetap menjaga kelancaran layanan publik sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian, sehingga suasana Nyepi di Bali tetap berlangsung khidmat dan penuh toleransi. (Parwata/balipost)










