Petugas DLH Tabanan saat menangani sampah. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan menurunkan 30 personel Tim Hunter untuk mengawal kebersihan selama pelaksanaan pawai ogoh-ogoh pada tanggal 15 dan 18 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kawasan kota tetap bersih dari sampah di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang hari raya Nyepi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan, IGA Rai Dwipayana mengatakan, tim tersebut bertugas mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung untuk kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kami menurunkan Tim Hunter sekitar 30 orang yang bertugas mengumpulkan sampah selama pawai berlangsung. Masyarakat juga sudah diarahkan melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber,” ujarnya, Selasa (17/3).

Baca juga:  Ini, Jadwal Salat 29 September 2025 di Denpasar dan Sekitarnya

Selain itu, DLH Tabanan telah mengeluarkan surat edaran kepada Bendesa Adat Kota Tabanan terkait instruksi pengelolaan sampah saat pawai ogoh-ogoh. Desa adat diminta menyediakan tempat sampah terpilah yang terdiri dari sampah organik dan anorganik di sisi kiri dan kanan jalan sepanjang rute pawai, pada titik yang mudah dijangkau masyarakat.

Para pedagang yang berjualan selama kegiatan berlangsung juga diimbau untuk mengumpulkan sampah yang dihasilkan dari aktivitas usahanya serta tidak membuang sampah sembarangan. Begitu pula masyarakat dan peserta pawai, diminta menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Baca juga:  Ogoh-Ogoh Juara Kecamatan Dibawa ke GWS, Perjalanan ke Singasana Penuh Tantangan

Untuk mendukung penataan kawasan kota, DLH juga melakukan pemangkasan pohon di sepanjang rute pawai sejak Sabtu sebelumnya. Langkah ini dioptimalkan guna menjaga kerapian serta kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah Kota Tabanan. “Koordinasi sudah dilakukan dengan bendesa adat, yowana, serta pecalang di sepanjang rute kegiatan agar kebersihan tetap terjaga selama pawai berlangsung,” jelasnya.

Saat Pangerupukan, petugas DLH Tabanan siap 24 jam mengantisipasi masalah kebersihan karena besoknya penyepian. Sementara itu, penataan di TPA juga terus dioptimalkan. DLH Tabanan mengaktifkan rumah kompos, melakukan pemantauan pemilahan sampah, serta pengurugan di area tertentu di lokasi pembuangan.

Baca juga:  Di Badung, Volume Sampah Kiriman Capai Ribuan Ton

Selain itu, pengelolaan lumpur tinja juga terus ditertibkan dan dibenahi, dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah provinsi guna memastikan pengelolaan lingkungan berjalan optimal. “Intinya, kawasan Kota Tabanan harus tetap bersih selama pelaksanaan pawai ogoh-ogoh,” tegas Rai Dwipayana. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN