Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Ir. Koswara, M.P, (kiri), ikut dalam aksi pembersihan sampah di Pantai Petitenget, Badung, Sabtu (13/6). (BP/suk)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ir. Koswara, M.P, menegaskan pengelolaan kekayaan laut Indonesia harus dibarengi dengan tanggung jawab besar untuk menjaga kelestariannya.

“Dengan kondisi laut kita yang sangat kaya, maka kita harus menjaga lingkungannya supaya tetap bersih dan kelautan Indonesia bisa terus berkelanjutan ke depannya,” katanya, Sabtu dalam Aksi Bali Beach Cleanup “Turn Waste To Waves” di Pantai Petitenget, Kabupaten Badung, Sabtu (13/6).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, lanjutnya, Indonesia memiliki kekayaan laut yang menopang berbagai sektor penting, mulai dari pariwisata, perikanan hingga perekonomian masyarakat pesisir. Namun, potensi tersebut membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga kelestariannya.

Baca juga:  Kritikan Presiden Prabowo Jadi 'Wake Up Call': Bali Butuh Solusi Sampah Komprehensif

Koswara menambahkan, sampah menjadi salah satu ancaman serius bagi ekosistem laut. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dari daratan agar limbah tidak bermuara ke laut.

“Sampah sangat mempengaruhi laut, sehingga kita harus benar-benar menjaga laut ini tetap bersih. Inilah cara kita menjaga laut melalui pencegahan agar sampah tidak langsung masuk ke laut. Inilah pentingnya kolaborasi untuk selalu menjaga laut dari sampah. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaganya?” tegas Koswara.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Ir. Putu Sumardiana, M.P, yang mewakili Gubernur Bali, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan aksi bersih pantai tersebut.

Baca juga:  Dari Atasi Kemacetan di Tibubeneng hingga Persiapan Pernikahan Kaesang

Menurutnya, kegiatan Bali Cleanup merupakan bentuk aksi nyata yang mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan pesisir dan laut sebagai aset utama Bali.

Melalui aksi Bali Beach Cleanup, para peserta tidak hanya membersihkan sampah di kawasan pantai, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dari langkah kecil di Pantai Petitenget, harapan besar untuk masa depan laut Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan terus digelorakan kepada generasi mendatang.

Sementara itu, salah satu pihak swasta yang berkolaborasi dalam aksi ini, Dana Indonesia, menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi dalam mendukung ekonomi biru (Blue Economy) sekaligus mengatasi persoalan sampah laut yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Baca juga:  Banyak Aktivitas Sekolah, Jadwal Pembuangan Sampah di Depo Kreneng Diubah Lagi

Director of Communications Dana Indonesia, Olavina Harahap, menjelaskan Bali dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki daya tarik alam yang luar biasa dan perlu dijaga bersama. “Kami memilih Bali karena Bali merupakan pulau yang indah dan kami ingin menjaga lingkungan yang indah ini. Kolaborasi ini menjadi semangat bagi Dana untuk menjaga lingkungan dan menciptakan perubahan besar ke depannya,” ujar Olavina. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN