
SINGASANA, BALIPOST.com – Kebakaran terjadi di sebuah merajan milik Nyoman Suwedana (57) di Banjar Dinas Dukuh, Desa Penebel, Kecamatan Penebel, Senin (16/3) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.15 WITA itu menghanguskan dua palinggih, yakni Palinggih Kemulan dan Palinggih Taksu, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp80 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kapolsek Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa saat dikonfirmasi mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang melaksanakan pakemitan di Pura Puseh yang berada di sebelah timur lokasi kejadian.
“Saksi melihat kobaran api dari dua palinggih di merajan milik korban. Saat itu, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga dan berupaya memadamkan api,” jelasnya, Selasa (17/3).
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Penebel serta petugas pemadam kebakaran. Sambil menunggu petugas datang, warga bersama pemilik merajan berusaha memadamkan api secara manual.
Hingga akhirnya dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi bersama anggota Polsek Penebel. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.10 WITA.
Menurut Kapolsek, saat petugas tiba di lokasi, api masih terlihat menyala pada bagian atap ijuk palinggih, sehingga menyebabkan dua bangunan terbakar. Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh api dupa yang dinyalakan saat pelaksanaan upacara keagamaan (upakara prayascita) di merajan tersebut. “Dugaan sementara api berasal dari dupa yang digunakan saat upacara keagamaan, kemudian menyambar bagian atap palinggih yang terbuat dari ijuk,” ujarnya. (Puspawati/balipost)










