
GIANYAR, BALIPOST.com — Kebakaran melanda bangunan lama SDN 2 Batuan, Kecamatan Sukawati, Rabu (29/7) sore, sekitar pukul 16.00 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan empat ruangan yang terletak di sisi timur komplek sekolah.
Adapun ruangan yang terdampak meliputi Ruang Kepala Sekolah, Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Ruang Arsip, Ruang Konseling. Beruntung, saat kejadian berlangsung, seluruh aktivitas belajar mengajar telah usai, sehingga musibah ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
Kobaran api pertama kali diketahui oleh sejumlah pedagang yang berjualan di sisi timur sekolah. Saat pertama kali terlihat, api sudah membesar dan disertai kepulan asap tebal membumbung tinggi.
Warga sekitar langsung berupaya memberikan pertolongan pertama sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Di tengah upaya pemadaman oleh warga, terdengar dua kali suara ledakan yang diduga berasal dari peralatan elektronik atau peralatan dapur di dalam bangunan.
Dugaan sementara, musibah ini dipicu oleh korsleting listrik mengingat instalasi kelistrikan pada bangunan tersebut sudah cukup lama. Kendati demikian, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Guru Kelas IV SDN 2 Batuan, I Wayan Gede Sentana Putra, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah sudah kosong saat kebakaran terjadi karena para siswa dan guru telah pulang sejak sore hari. “Yang terbakar ruang kepala sekolah, UKS, ruang arsip, dan ruang konseling di belakang dapur. Sekolah sudah kosong sekitar pukul 16.00 WITA saat kejadian,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa aktivitas di area dapur telah selesai dan kompor dalam keadaan mati sebelum seluruh warga sekolah meninggalkan lokasi. Namun, ia menyayangkan sejumlah arsip penting yang tersimpan di ruang kepala sekolah tidak sempat diselamatkan karena kobaran api merambat dengan sangat cepat.
“Kompor sudah dipastikan mati saat sekolah bubar. Yang kami khawatirkan banyak arsip penting di ruang kepala sekolah ikut terbakar,” tambahnya.
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Gianyar, Putu Yudanegara, menyatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian usai menerima laporan dari masyarakat. Petugas berjibaku memadamkan api guna mencegah kobaran merembet ke ruang kelas dan bangunan sekolah lainnya, hingga akhirnya api berhasil dikendalikan.
Meski mengalami musibah kebakaran, pihak sekolah memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Batuan akan tetap berlangsung normal pada Kamis (30/7). Pihak sekolah bersama para guru dan staf dijadwalkan langsung melakukan kerja bakti pembersihan area terdampak agar proses pembelajaran siswa tidak terganggu.
Hingga saat ini, aparat berwenang masih melakukan pendataan total kerugian material serta menyelidiki lebih dalam penyebab terjadinya kebakaran.(Wirnaya/balipost)










