I Gde Sumarjaya Linggih (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Selama ini konsentrasi pembangunan perguruan tinggi terpusat di sejumlah kabupaten/kota, di wilayah Bali selatan, seperti Denpasar, Badung dan Gianyar. Melihat kondisi tersebut, perlunya kebijakan moratorium pembangunan kampus di wilayah itu.

Pemerintah harus mengalihkan pembangunan kampus ke wilayah timur, yakni Kabupaten Karangasem, sehingga terjadinya pemerataan pendidikan di Pulau Dewata.

Anggota DPR RI, I Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, pihaknya mengusulkan kebijakan moratorium pembangunan kampus baru di wilayah Bali Selatan seperti Denpasar, Badung, dan Gianyar. Sebab, dirinya menilai selama ini konsentrasi perguruan tinggi yang terlalu terpusat di kawasan tersebut, sehingga menjadi salah satu penyebab ketimpangan akses pendidikan di Bali.

Baca juga:  Memeratakan Kesejahteraan Penduduk NKRI

“Kondisi ini menyebabkan lambatnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), seperti Karangasem salah satu penyebabnya karena akses pendidikan tinggi masih terpusat di Bali Selatan. Karena kemajuan daerah maupun negara sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang terampil dan sehat,” ujarnya, pada Minggu (15/3).

Menurut Demer, pemerataan pendidikan sebenarnya bisa diwujudkan melalui kebijakan pemerintah. Untuk itu, pihaknya mendorong agar pembangunan perguruan tinggi tidak lagi terkonsentrasi di wilayah yang sudah padat, melainkan mulai diarahkan ke daerah yang masih minim fasilitas pendidikan tinggi.

Baca juga:  Pujawali Purnama Kalima di Pura Pasar Agung "Kasineb"

“Pemerintah daerah, khususnya gubernur, agar mengambil langkah tegas dengan menerapkan moratorium pembangunan perguruan tinggi baru di Bali Selatan dan difokuskan di wilayah Bali Timur. Dengan demikian, masyarakat di Karangasem dan sekitarnya bisa lebih mudah mengakses pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi tanpa harus jauh ke Bali Selatan. Dan ini sangat penting untuk membangun SDM yang berkualitas dan mempercepat pemerataan pembangunan,” jelas Demer. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Pemerataan Akses Digital, Widyalaya Rsi Markandya Taro Terima Bantuan Layanan Internet
BAGIKAN