Ketua DPD Partai Gerindra Bali, I Made Muliawan Arya bersama kader dan pelajar saat aksi bersih-bersih Pantai Padanggalak, Sabtu (14/3). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gerakan korve (gotong royong) membersihkan Pantai Padanggalak, Denpasar, dilaksanakan Sabtu (14/3). Kegiatan yang dimotori DPD Partai Gerindra Bali tersebut melibatkan ratusan kader serta pelajar dengan semangat gotong royong membersihkan kawasan pesisir dari sampah.

Aksi bertajuk “Sing Kedas Sing Mulih” itu menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan, khususnya di kawasan pantai yang kerap terdampak kiriman sampah.

Ketua DPD Partai Gerindra Bali, I Made Muliawan Arya yang akrab disapa De Gadjah mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar seluruh kader aktif menjaga kebersihan lingkungan.

Baca juga:  Karya Agung Pangurip Gumi Jadi Sarana Edukasi Pengolahan Sampah

Menurutnya, kader Gerindra didorong untuk rutin melakukan kegiatan bersih-bersih, tidak hanya di tempat umum tetapi juga di lingkungan rumah masing-masing.

“Minimal seminggu sekali kader harus melakukan kegiatan bersih-bersih. Kita mulai dari halaman rumah sendiri, lingkungan sekitar, hingga tempat umum seperti pantai,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

De Gadjah menegaskan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin setiap minggu dengan melibatkan kader di berbagai daerah di Bali. Ia menyebut aksi bersih-bersih tersebut merupakan instruksi langsung dari DPP Partai Gerindra kepada seluruh jajaran DPD hingga DPC.

Baca juga:  Masyarakat Diminta Ikut Awasi Pelaksanaan JPS

“Sejak ada instruksi itu, teman-teman kader mulai bergerak setiap minggu melakukan kegiatan bersih-bersih. Sekarang sudah menjadi kegiatan rutin,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mengusung slogan “Sing Kedas Sing Mulih”, yang berarti tidak pulang sebelum area yang dibersihkan benar-benar bersih. Menurut De Gadjah, slogan tersebut lahir dari semangat para pelajar dan kader yang terlibat dalam aksi bersih-bersih.

“Anak-anak yang membuat slogan itu. Artinya kalau belum bersih tidak pulang. Mereka melakukannya dengan senang hati dan penuh semangat,” ujarnya.

Baca juga:  Sampah Kiriman Penuhi Pantai Padanggalak

Ia menilai persoalan sampah di Bali harus ditangani bersama oleh seluruh elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah hingga pelaku usaha. Menurutnya, perubahan budaya dalam pengelolaan sampah menjadi kunci menjaga kelestarian lingkungan Bali.

“Kita harus mengubah budaya, mulai dari memilah sampah hingga pengelolaannya. Ini tidak bisa hanya masyarakat saja, semua elemen harus bergerak bersama menjaga Bali,” tegasnya.

De Gadjah juga menegaskan kegiatan tersebut murni aksi kepedulian lingkungan dan bukan kegiatan politik. Melalui kegiatan itu, pihaknya mengajak masyarakat, termasuk pelajar, untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan sejak dari rumah masing-masing. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN