Jelang pelaksanaan melasti dan Nyepi Caka 1948, Dishub Badung menggelar rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung akan menerapkan sistem contraflow untuk mengantisipasi kemacetan saat umat Hindu melaksanakan prosesi melasti menjelang hari raya Nyepi Caka 1948. Rekayasa lalu lintas dengan sistem melawan arah tersebut akan diberlakukan khusus di wilayah Kerobokan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi mengatakan, pihaknya telah menggelar Rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan terkait penerapan rekayasa lalu lintas tersebut. Fokus pengaturan akan dilakukan di jalur-jalur yang dilalui masyarakat saat rangkaian melasti, Pangerupukan, hingga Nyepi.

“Untuk upacara melasti akan digelar mulai tanggal 15, 16, dan 17 Maret 2026 mendatang. Beberapa tempat yang akan digunakan yaitu Pantai Kuta, Pantai Petitenget, Pantai Batu Bolong, Pantai Seseh, dan Pantai Melasti,” ujar Wiryantara Adi pada Jumat (13/3).

Menurutnya, khusus di wilayah Kerobokan akan diberlakukan sistem contraflow karena kawasan Kerobokan Kelod saat ini sudah menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah sejak 14 Desember 2025. Sementara, pelaksanaan melasti di wilayah lainnya tetap berjalan seperti biasa.

Baca juga:  Lalat Ancam Pariwisata Kintamani

“Mengantisipasi kepadatan lalu lintas, kami juga menyiagakan personel di Simpang Kerobokan, Semer, Petitenget, serta sejumlah simpang padat lainnya. Pengaturan lalu lintas juga akan dibantu melalui ATCS (area traffic control system),” terangnya.

Rangkaian melasti menuju Pantai Petitenget akan dimulai dari wilayah Desa Adat Padang Luwih dan Desa Adat Kerobokan menuju ke selatan. Saat tiba di simpang Semer, arus kendaraan akan diberlakukan contraflow menuju arah selatan.

“Arus lalu lintas akan ditahan di persimpangan Petitenget. Dari arah timur Jalan Gunung Sanghyang juga akan ditahan. Masyarakat yang melakukan pemelastian akan berjalan ke selatan dari simpang Semer menuju Simpang Petitenget, kemudian ke arah barat menuju pantai,” jelasnya.

Ia menambahkan, prosesi melasti dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WITA. Iringan pemedek dari Desa Adat Padang Luwih, Desa Adat Kerobokan, dan Desa Adat Padangsambian diperkirakan tiba di Pantai Petitenget sekitar pukul 11.00 WITA. Upacara melasti diperkirakan selesai sekitar pukul 13.00 WITA.

Baca juga:  Kemandiriannya di Atas 50 Persen, Bali Tak Banyak Tergantung Transfer Dana Pusat

Selain dari arah utara, rute melasti juga akan dilalui dari wilayah Padangsambian Kelod melalui Jalan Bidadari menuju Jalan Mertanadi, kemudian ke selatan menuju simpang Sunset Road, dilanjutkan ke Jalan Raya Taman Basangkasa, hingga ke arah barat menuju Jalan Kayu Aya dan Pantai Petitenget.

“Untuk arus kembali, yang melakukan contraflow adalah rombongan dari Padangsambian Kelod. Mereka akan kembali dari Jalan Kayu Aya ke arah timur dengan sistem lawan arah hingga kembali ke jalur semula,” terangnya.

Selain pengaturan lalu lintas saat melasti, Dishub Badung juga menyiapkan pengamanan saat pawai ogoh-ogoh menjelang Nyepi. Beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan di antaranya Bundaran Dalung, simpang tiga Gatot Subroto Barat, simpang Kerobokan Gunung Sanghyang, dan simpang Petitenget. “Personel yang kami terjunkan dari Dinas Perhubungan berjumlah 159 orang, ditambah empat petugas derek,” ujarnya.

Baca juga:  Kerap Muncul Kasus Rekrutmen SARA di Badung, Ini Langkah Disperinnaker

Parade ogoh-ogoh diharapkan selesai sebelum pukul 23.00 WITA. Hal ini karena Dishub Badung akan mematikan lampu penerangan jalan mulai pukul 24.00 WITA. Petugas akan mulai menyebar ke lokasi sekitar pukul 22.00 WITA, dan lampu penerangan akan kembali dinyalakan setelah pelaksanaan Nyepi keesokan harinya. “Jadi seluruhnya, mulai dari traffic light hingga warning light akan kami padamkan mulai pukul 24.00 WITA,” ucapnya.

Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, pihaknya mengimbau pengguna jalan yang melintasi jalur pemelastian agar mengikuti arahan petugas di lapangan. “Kami akan menyiagakan petugas dari kepolisian, Dinas Perhubungan, serta pacalang. Selama masyarakat mengikuti arahan yang sudah ditentukan, saya rasa keamanan dan kelancaran lalu lintas dapat terjaga,” imbuhnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN