
BANGLI, BALIPOST.com – Rangkaian Karya Pujawali Sasih Kasanga di Pura Alas Arum Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, berakhir Selasa (10/3). Rampungnya seluruh tahapan karya ini ditandai dengan prosesi Bakti Penganyar, Bakti Pepranian, dan diakhiri dengan Upacara Masineb Ida Bhatara-Bhatari.
Tahap akhir Karya Pujawali ini diawali dengan Prosesi Bakti Penganyar yang mencerminkan semangat kebersamaan dan ikatan spiritual antar krama dalam menjaga kesucian pura serta keberlangsungan pelaksanaan yadnya.
Setelah itu, rangkaian upacara dilanjutkan dengan Bakti Pepranian, yakni persembahan simbolis sebagai ungkapan rasa syukur umat atas anugerah kesuburan alam dan hasil bumi yang diberikan kepada umat. Tradisi ini memiliki kemiripan makna dengan pelaksanaan bakti pepranian dalam rangkaian Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur maupun Pura-pura lainnya yang ada di Desa Adat Batur.
Dalam pelaksanaannya, terdapat dua ritual penting dalam Bakti Pepranian, yakni Baris Perang-perangan dan Matiti Suara. Ritual Baris Perang-perangan secara filosofis mengandung pesan spiritual kepada umat agar senantiasa mampu memerangi hawa nafsu atau indriya dalam diri. Sementara itu, ritual Matiti Suara juga memiliki filosofi yang sejalan, yakni sebagai Sabda / pesan / pengingat dari Ida Bhatara-Bhatari kepada umat agar selalu bersemangat dalam bekerja, mencari penghidupan, serta menjalani kehidupan dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, rangkaian upacara Karya Pujawali Sasih Kasanga I Saka 1947 Tahun 2026 ini ditutup dengan Upacara Masineb (Ida Bhatara-Bhatari Katuran Bakti Ngaluhur).
Pamucuk Pura Alas Arum Batur, Jero Lingsir Alas Arum didampingi oleh Jero Penyarikan Alas Arum dan Manggala Prawartaka Karya / Kasinoman menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut mendukung terselenggaranya rangkaian karya pujawali tersebut.
“Kami atas nama pamucuk, pangemong, prajuru serta seluruh pangempon dan panyungsung Pura Alas Arum Batur menyampaikan terima kasih atas segala bentuk dukungan, baik secara moral maupun material, serta ayah-ayahan krama yang telah diberikan sehingga pelaksanaan Karya Bakti Pamelaspas Bale Pemaruman serta Pujawali Sasih Kasanga ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh keharmonisan,” terangnya.
Melalui pelaksanaan Karya Pujawali Sasih Kasanga, krama pangemong berharap kesucian kawasan pura dan hutan Alas Arum tetap terjaga, sekaligus memohon keselamatan, keseimbangan alam, serta kerahayuan bagi seluruh alam semesta. (Dayu Swasrina/balipost)










