Desa Adat Tegalasah Kelod menggelar upacara melaspas pelawatan Ida Bhatara Sakti Pajenengan, palinggih-palinggih, dan pujawali di Pura Penataran desa adat setempat. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Desa Adat Tegalasah Kelod menggelar upacara melaspas pelawatan Ida Bhatara Sakti Pajenengan, palinggih dan pujawali di Pura Penataran desa adat setempat. Upacara ini menjadi momentum untuk pertama kalinya, desa adat Tegalasah Kelod melakukan pembaruan pada pelawatan Ida Bhatara yang berwujud barong.

Rangkaian upacara telah berlangsung sejak 6 April lalu diawali dengan ritual mendak prarai di Puri Kawan Tanggu Bangli. Dilanjutkan dengan upacara mapiuning di Kahyangan Tiga serta ngingsah negtegang, dan ngadegang penurunan pada 7 April. Pada 8 April lalu dilaksanakan upacara melaspas palinggih dan nebes pelawatan Ida Bhatara Sakti Ratu Pajenengan.

Baca juga:  Razia di Bungalow, Polisi Temukan Pasangan Selingkuh

Rangkaian upacara akan dilanjutkan dengan ngeratep melaspas, lan pasupati pelawatan Ida Bhatara. Selanjutnya, Ida Bhatara napak Pertiwi, dan nunas taksu di Pura Jeruk. Pada 16 April dilaksanakan ritual melasti. Pada 18 April digelar upacara pujawali dilanjutkan panyineban keesokan harinya.

Bendesa Adat Tegalasah Kelod, Sang Nyoman Wijaya menjelaskan bahwa pembaruan berupa penggantian prarai (wajah) pelawatan Ida Bhatara dilakukan karena kondisi fisik yang sudah rusak dimakan usia. Selain restorasi benda sakral, pihaknya juga telah menuntaskan pembangunan 8 unit palinggih. Proses pembangunan fisik tersebut telah berjalan selama 3 hingga 4 bulan lalu.

Baca juga:  Desa Adat Kediri Gelar Tradisi “Ngerebeg” Keris Ki Baru Gajah

Upacara ini terlaksana tanpa membebani krama dengan urunan. Sang Nyoman Wijaya mengatakan, pendanaan upacara bersumber dari punia warga dan kas desa adat. “Warga sangat antusias ngaturang punia,” ujarnya.

Sementara itu, pembangunan 8 unit palinggih didukung oleh dana bantuan pemerintah. Melalui rangkaian upacara ini, Sang Nyoman Wijaya berharap dapat mempererat tali persatuan antarwarga, meningkatkan semangat gotong royong, serta menjaga kelestarian adat dan budaya di Desa Adat Tegalasah Kelod agar tetap ajeg. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Jelang Pujawali, Jalan Menuju Pura Pasar Agung Masih Rusak

 

BAGIKAN