
SINGASANA, BALIPOST.com – Di balik julukan Bali sebagai Pulau Seribu Pura, tersimpan satu pura yang diyakini berada tepat di tengah Pulau Bali, yakni Pura Luhur Batu Panes di Banjar Adat Belulang, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel.
Pura yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Tabanan tersebut memiliki hubungan historis dengan Pura Luhur Batukaru dan hingga kini tetap menjadi salah satu pura yang disungsung masyarakat setempat.
Piodalan di Pura Luhur Batu Panes jatuh pada Buda Keliwon Gumbreg, Rabu (13/5). Puncak pujawali tahun ini dirangkai dengan upacara Pemelaspasan Pura Taman Beji Agung usai rampung diperbaiki.
Upacara pamelaspasan dipuput Ida Pandita Mpu Nabe Rsi Siwa Putra Sanatana Daksa Manuaba dari Banjar Utu Pesiapan.
Tokoh masyarakat Desa Adat Belulang yang juga Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa mengatakan, rangkaian pujawali berlangsung mulai Rabu (13/5) dan nyineb pada Sabtu (16/5).
Menurut Arnawa, pujawali kali ini menjadi momentum penting karena sekaligus menandai rampungnya perbaikan Pura Taman Beji Agung.
“Pujawali dirangkai dengan upacara pamelaspasan Pura Taman Beji Agung setelah selesai dilaksanakan perbaikan. Harapan kami seluruh rangkaian pujawali dan upacara pamelaspasan berjalan lancar rahayu,” ujarnya.(Puspawati/balipost)










