Salah satu rangkaian upacara pernikahan. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali.

Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka, ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Tepat di Hari Kemerdekaan RI, Petani Ini Pilih Akhiri Hidup

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 29 November 2025 dikutip dari kalenderbali.org.

Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Gagak Anungsang Pati
Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa

Geheng Manyinget
Tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting-penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan.

Baca juga:  Pemakaman Indra Navicula Masih Cari Hari Baik

Kajeng Kliwon Enyitan
Baik untuk memulai membuat sesikepan atau sesuatu yang berkekuatan gaib

Kajeng Rendetan
Baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah.

Kala Jangkut
Baik untuk membuat pencar, jaring, senjata.

Kala Kutila Manik
Baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, upacara Bhuta Yadnya.

Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu.

Srigati Jenek
Baik untuk membibit/menanam padi, menyimpan padi di lumbung, serta pelaksanaan upacaranya.

Baca juga:  Baik untuk Membangun Tempat Suci, Berikut Ala Ayuning Dewasa 5 Juli 2026

Uncal Balung
Tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN