Plt. Kasubdit IV Dit. Intelkam Polda Bali, Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti saat menghadiri pertemuan dengan Indonesia Hotel Front Liners Association Chapter Bali. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Beberapa kasus sadis melibatkan warga negara asing (WNA) terjadi di Bali. Teranyar, kasus penculikan serta mutilasi warga negara Ukraina. Menyikapi kasus ini, Ditintelkam Polda Bali terus memperketat pengawasan terhadap WNA melalui aplikasi Cakrawasi.

Plt. Kasubdit IV Ditintelkam Polda Bali, Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti, S.H., M.H. usai menghadiri pertemuan dengan Indonesia Hotel Front Liners Association (HFLA) Chapter Bali, di Denpasar, Rabu (11/3), menyampaikan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan pihak terkait untuk memperkuat pengawasan keberadaan WNA serta menjaga stabilitas keamanan pariwisata di Bali.

Baca juga:  SMPN 3 Bangli Pamerkan Karya Robotik Siswa

Kompol Subakti menegaskan, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia setiap tahunnya dikunjungi oleh jutaan wisatawan mancanegara. Tingginya mobilitas warga negara asing di Bali memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pariwisata. “Namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan yang perlu diantisipasi secara bersama,” ujarnya.

Ia menekankan, pengawasan terhadap keberadaan WNA tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata, namun perlu dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk para pelaku pariwisata yang berada di garis depan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Subakti berharap, pelaku pariwisata memanfaatkan website Cakrawasi sebagai sistem pelaporan berbasis teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung pendataan serta pengawasan keberadaan orang asing di wilayah Bali.

Baca juga:  Buronan Pencuri Uang Rp 400 Juta Dibekuk

Hal tersebut sekaligus untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi terkait aktivitas warga negara asing. Apalagi para frontliner hotel setiap harinya berinteraksi langsung dengan wisatawan mancanegara. Program ini merupakan langkah positif dalam memperkuat sistem keamanan, pengawasan, serta perlindungan terhadap wisatawan yang berkunjung ke Bali. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN