Suasana di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jembrana. Warga yang akan umroh dihimbau untuk menunda sementara eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah meningkat. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Dampak konflik di Timur Tengah berimbas pada warga negara Indonesia yang berada di wilayah tersebut. Warga Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana yang bekerja (Pekerja Migran Indonesia) maupun warga yang berkunjung menjadi perhatian. Dari data di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana, di tahun 2026 ini terdapat 17 orang. Jumlah itu berkurang dibanding tahun 2025 lalu yang mencapai 254 orang.

Kepala Dinas Nakerprin Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, Rabu (4/3) mengatakan berdasarkan data dari BP3MI dari total PMI asal Bali di Timur Tengah total 187 orang, 17 di antaranya dari Kabupaten Jembrana. Pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk memonitor perkembangan terkini para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menurutnya, BP3MI juga secara aktif berkomunikasi dengan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, termasuk Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di negara-negara yang bersinggungan langsung maupun berdekatan dengan wilayah konflik, seperti Uni Emirat Arab, Turki, dan kawasan sekitarnya.

Baca juga:  BRI Perkuat Segmen Retail Banking

“Kami berkoordinasi intens dengan BP3MI serta KJRI setempat. Para PMI diimbau membatasi aktivitas di luar tempat tinggal dan tempat kerja, serta disiplin mengikuti arahan resmi dari perwakilan pemerintah RI,” ujar Mirah, Senin (2/3).

Sebagai langkah antisipatif, Disnakerin Jembrana juga melakukan pendataan terhadap PMI asal Bali, khususnya dari Jembrana. Langkah ini ditempuh untuk memastikan jumlah serta sebaran lokasi pekerja migran, sehingga jika situasi memburuk, pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan.

“Pendataan ini menjadi dasar jika sewaktu-waktu diperlukan evakuasi maupun pemulangan. Kami ingin seluruh PMI asal Jembrana tetap terpantau dengan baik,” jelasnya.

Di sisi lain, masyarakat yang berencana berangkat ke wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak konflik diminta menunda keberangkatan. Disnakerin bersama BP3MI akan memperketat pengawasan agar tidak terjadi penempatan tenaga kerja ke daerah yang dinilai rawan.

Baca juga:  Yongmoodo Pertimbangkan Pertandingkan 12 Kelas

Selain pekerja, warga yang umroh ke Uni Emirat Arab juga dihimbau untuk menunda sementara hingga situasi reda. Dari informasi yang dihimpun di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jembrana, ada beberapa travel Umroh yang pesertanya sudah merencanakan berangkat dalam waktu dekat. Namun sementara dihimbau untuk menunda sementara.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jembrana, Muslihin, Rabu (4/3) mengatakan terkait dengan kondisi saat ini di Timur Tengah, untuk pelaksanaan ibadah haji tetap dilaksanakan yang rencananya bulan Mei mendatang. “Termasuk jadwal vaksin masih dilakukan,” terangnya.

Sementara untuk umroh diharapkan untuk menunda sementara. Untuk warga Jembrana sejauh ini belum ada yang berangkat Umroh. Sempat ada satu keluarga Umroh mandiri dan berada disana sehari pasca konflik mulai terjadi pada 1 Maret lalu. “Namun sudah kembali hari Senin lalu, secara nasional dihimbau untuk sementara menunda umroh atau berkunjung ke Timur Tengah,” katanya.

Baca juga:  Dewan Minta Pengerjaan Proyek Pasar Ubud Segera Dilanjutkan

Valencia Rosika (29) warga Cupel yang Umroh mandiri mengatakan sempat merasakan kondisi mencekam meskipun tidak terlalu dekat dari target pemboman. Saat itu dirinya sudah akan kembali bersama suami dan dua anaknya. Saat kembali setelah sekitar dua pekan Umroh, pada tanggal 1 Maret itu, hanya tersisa satu pesawat yang dapat melanjutkan penerbangan dari Bandara Internasional King Abdulazis di Madina.

“Yang lainnya cancel, suasana bandara sangat sepi. Hanya pesawat ke Jakarta yang saya tumpangi tetap melanjutkan penerbangan,” ujar Valen.

Pihaknya sempat merasakan was-was dan dengan situasi itu, sudah berencana untuk menunda dua hari. Namun, akhirnya pesawat bisa terbang langsung ke Jakarta. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN