Peletakan batu pertama pembangunan penataan kawasan wisata Lovina. (BP/Yud)

 

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi memulai pembangunan penataan kawasan wisata Lovina. Penataan ini dilakukan untuk memperindah kawasan sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata di ikon wisata Bumi Panji Sakti tersebut.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, mengatakan, penataan tahap awal difokuskan pada dua lokasi utama, yakni Pantai Binaria dan Pantai Tasik Madu. Kedua kawasan ini dipilih karena memiliki nilai historis sebagai lokasi pertama kali Anak Agung Panji Tisna memperkenalkan Lovina kepada dunia.

Menurut Sutjidra, proyek penataan ini akan berlangsung selama 120 hari hingga Juli 2026. Pekerjaan meliputi perbaikan jalan dan jembatan, penambahan lampu penerangan, serta pembangunan lintasan jogging track untuk wisatawan.

Baca juga:  KPU Tabanan Terima 2.666 Bilik Suara

“Ini adalah ikonnya pariwisata Buleleng. Orang ke Buleleng pasti inginnya ke Lovina. Saya ingin menata dengan masukan dari pelaku-pelaku pariwisata agar lebih tertata dan lebih asri nantinya, lebih indah,” ujarnya usai peletakan batu pertama di Pantai Tasikmadu, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Selasa (3/3).

Penataan kawasan pariwisata Lovina ini menelan anggaran sebesar Rp 14,1 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada CV Tenaga Inti Buleleng.

Baca juga:  Tindak Tegas Pegawai Tidak Masuk Kerja Berbulan-bulan

Sutjidra menambahkan, setelah proyek rampung, pengelolaan kawasan akan dilakukan oleh UPTD dibawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng. Ia berharap penataan ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya wisatawan yang datang untuk menyaksikan atraksi lumba-lumba di Lovina.

“Kita berharap dengan penataan ini, masyarakat baik itu domestik maupun mancanegara akan lebih tertarik untuk bisa berkunjung ke Pantai Lovina. Karena ini cikal bakalnya pariwisata di Buleleng,” katanya.

Baca juga:  Melonjak Puluhan Kasus Positif COVID-19, Sebanyak 10 Orang dari Luar Bali

Sementara itu, penggiat pariwisata Nyoman Arya Astawan menilai penataan kawasan Lovina merupakan jawaban atas aspirasi para pelaku pariwisata. Selama ini, kata dia, banyak wisatawan hanya singgah menonton lumba-lumba tanpa menginap.

Ia menegaskan, penataan yang jelas dan terstruktur akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan. “Kalau jalan gelap, orang tidak mungkin mau ke sini. Kotor segala macam. Tapi sekarang kunjungan pariwisata Lovina luar biasa. Cuma memang harus dibarengi dengan penataan yang jelas. Kalau tidak, jangan harap,” ucapnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN