Beberapa wisatawan mancanegara (wisman) melihat papan informasi yang ada di pinggir pantai di wilayah Sanur, Denpasar.(BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Januari 2026 tercatat sebanyak 502.205 kunjungan. Angka tersebut turun 12,30 persen dibandingkan Desember 2025 (month to month/m-to-m).

“Dari total kunjungan tersebut, sebanyak 500.121 wisman masuk melalui pintu udara dan 2.084 wisman melalui pintu laut,” katanya Senin (2/3).

Australia masih menjadi negara dengan kunjungan terbanyak ke Bali pada Januari 2026, yakni 134.781 kunjungan. Disusul Tiongkok 45.896 kunjungan, India 37.351 kunjungan, Korea Selatan 27.508 kunjungan, dan Rusia 24.917 kunjungan. Dari 10 besar negara asal wisman, Jepang mencatat penurunan terdalam secara m-to-m sebesar -45,28 persen.

Baca juga:  Watugunung dan Oedipus Simbol Persahabatan Budaya Indonesia–Prancis

Menurutnya secara kawasan, wisman asal Asia mendominasi kedatangan dengan 154.422 kunjungan atau 30,75 persen dari total wisman. Sebaliknya, kawasan Afrika mencatat jumlah terkecil yakni 4.189 kunjungan atau hanya 0,83 persen. Penurunan absolut terbesar terjadi pada wisman asal ASEAN yang berkurang 34.333 kunjungan.

Sementara itu, kunjungan wisman asal Timur Tengah justru mengalami kenaikan. Pada Januari 2026 tercatat 7.123 kunjungan, meningkat 5,59 persen dibandingkan Desember 2025 yang sebanyak 6.746 kunjungan. Secara tahunan (y-on-y), angka tersebut melonjak 56,52 persen dibandingkan Januari 2025 yang tercatat 4.551 kunjungan.

Agus menilai penurunan kunjungan wisman berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali. Pada Januari 2026, TPK hotel berbintang tercatat sebesar 56,67 persen, turun 4,20 persen poin dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 60,88 persen.

Baca juga:  Ruang Terbuka Hijau GOR Kebo Iwa Digarap

Data BPS penurunan terdalam secara m-to-m terjadi pada hotel bintang 3 sebesar 7,20 persen poin. Secara tahunan (y-on-y), TPK hotel berbintang juga turun 3,61 persen poin dibandingkan Januari 2025. Seluruh kelas hotel berbintang mengalami penurunan, dengan penurunan terdalam pada hotel bintang 1 sebesar 12,32 persen poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik di hotel berbintang pada Januari 2026 tercatat 2,89 malam, turun tipis 0,01 poin dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 2,91 malam. Tamu asing tercatat menginap lebih lama yakni rata-rata 3,19 malam, sedangkan tamu Indonesia 2,41 malam.

Berdasarkan kelas hotel, rata-rata lama menginap tamu asing tertinggi tercatat di hotel bintang dua selama 3,98 malam. Sementara tamu domestik paling lama menginap di hotel bintang lima dengan rata-rata 2,66 malam. Secara y-on-y, rata-rata lama menginap total turun 0,02 poin dibandingkan Januari 2025.

Baca juga:  Pidato Akhir Tahun 2022 Songsong 2023, Gubernur Koster Jabarkan 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru

Untuk tingkat penghunian kamar gabungan (hotel berbintang, nonbintang, dan akomodasi lainnya) di Bali pada Januari 2026 tercatat sebesar 45,59 persen. Kabupaten Badung mencatat TPK gabungan tertinggi sebesar 57,29 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Jembrana sebesar 21,48 persen.

“Jika dibandingkan Desember 2025, penurunan terdalam TPK gabungan terjadi di Kabupaten Bangli yang turun 4,95 persen poin dari 30,28 persen menjadi 25,33 persen pada Januari 2026,” paparnya. (Suardika/balipost)

BAGIKAN