Polres Bangli menggelar Apel Siaga di Lapangan Apel Polres Bangli, Rabu (25/2).(BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Menjelang hari besar keagamaan, Polres Bangli menggelar Apel Siaga di Lapangan Apel Polres Bangli, Rabu (25/2).

Dalam apel tersebut, pimpinan apel mengingatkan sejumlah potensi gangguan kamtibmas yang cenderung meningkat saat hari raya seperti pencurian, copet, hingga penipuan daring.

Apel Siaga dipimpin Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, didampingi Kapolres Bangli James I.S. Rajagukguk serta Dandim 1626/Bangli yang diwakili Kasdim Mayor Inf I Dewa Gede Yudawan. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari unsur TNI-Polri, instansi terkait, tokoh masyarakat, dan mitra kamtibmas.

Baca juga:  Baik untuk Potong Rambut, Berikut Ala Ayuning Dewasa 11 Februari 2026

Dalam amanatnya, pimpinan apel menyampaikan bahwa Bulan Suci Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas ibadah, sosial, dan ekonomi, termasuk mobilitas masyarakat pada malam hari.

“Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan guna memastikan stabilitas kamtibmas tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan khusyuk,” kata Sedana Arta.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Ramadhan tahun ini beriringan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Momentum ini diharapkan menjadi penguat nilai toleransi, saling menghormati, serta mempererat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Bangli.

Baca juga:  PDRB Per Kapita Rp 54 Juta, Tapi Penduduk Miskin di Bali Capai 3,79 Persen

Disampaikan juga bahwa potensi gangguan kamtibmas seperti pencurian, copet, hingga penipuan daring yang cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan. Oleh karena itu, peran orang tua, tokoh masyarakat, serta sinergi yang solid antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.

Pimpinan apel menekankan beberapa langkah strategis, antara lain peningkatan patroli dan kehadiran personel pada lokasi serta jam rawan, penguatan sinergitas lintas sektor, optimalisasi deteksi dini, serta langkah-langkah preventif. Seluruh personel diinstruksikan melaksanakan tugas secara humanis, profesional, tegas sesuai SOP, serta menjaga disiplin, kesehatan, dan soliditas internal. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Jelang G20, Kuta Utara Dipantau 24 Jam
BAGIKAN