
SINGARAJA, BALIPOST.com – Proyek Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Buleleng–Jembrana (Burana) kembali dilanjutkan. Pembangunan lanjutan ini diyakini mampu mengatasi kekurangan air bersih, khususnya di Kecamatan Seririt hingga Kecamatan Gerokgak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, menjelaskan, proyek SPAM Burana merupakan kolaborasi pendanaan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten, Perumda Air Minum, serta masyarakat pemanfaat. Pada tahap lanjutan ini, pengerjaan difokuskan pada penambahan jaringan utama hingga ke Desa Celukan Bawang.
Ia juga menjelaskan SPAM Burana memiliki potensi debit hingga 500 liter per detik yang sudah eksisting namun belum dimaksimalkan. “Sampai di Celukan Bawang, nanti ini akan terus diperluas sampai dengan ke Gilimanuk,” jelas Adipta.
Ia menambahkan, distribusi pelayanan direncanakan menjangkau wilayah Kecamatan Banjar, Kecamatan Seririt, Desa Celukan Bawang, hingga Kecamatan Gerokgak.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, menegaskan pelayanan SPAM Burana akan diprogramkan secara bertahap mengikuti pengembangan jaringan distribusi utama.
“Saat ini yang termanfaatkan baru sekitar 60 liter per detik untuk hampir 8.000 pelanggan, tersebar di Seririt dan Banjar. Potensi pengembangan masih sangat besar melihat kapasitas debit yang ada,” ujar Lestariana.
Menurutnya, tantangan utama saat ini berada pada pengembangan jaringan distribusi utama dan pembangunan reservoir penampungan. Seiring perluasan jaringan induk, Perumda akan memperluas layanan hingga ke wilayah barat dan timur sesuai arah pengembangan.
“Ini masih dalam tahap pembangunan. Kami meyakini jika proyek ini selesai, masyarakat khususnya di Buleleng barat tidak akan kekurangan air,” tutupnya. (Yudha/balipost)










