Distribusi program MBG yang sudah banyak menyasar siswa di wilayah kabupaten Tabanan.(BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Sebanyak 24,21 persen atau setara 18.450 siswa di Kabupaten Tabanan hingga kini belum terlayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mayoritas siswa yang belum tersentuh program tersebut berasal dari jenjang TK/PAUD dan Sekolah Dasar (SD), seiring jumlah peserta didik dan satuan pendidikan pada dua jenjang ini memang paling besar.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, dari total 76.218 siswa, baru 57.768 siswa atau 75,79 persen yang telah menerima MBG. Sementara sisanya masih menunggu layanan program yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi peserta didik tersebut.

Tak hanya dari sisi siswa, dari sisi satuan pendidikan juga masih terdapat 208 sekolah yang belum terlayani MBG. Sekolah yang belum tersasar didominasi TK/PAUD sebanyak 122 sekolah, disusul SD sebanyak 68 sekolah. Selebihnya tersebar di jenjang SMP sebanyak 5 sekolah, MTs 2 sekolah, SMK 3 sekolah, serta MA 2 sekolah. Untuk jenjang SMA, seluruh sekolah tercatat telah terlayani.

Baca juga:  Sejumlah Sekolah di Jembrana Sudah Bolehkan Siswa Masuk

Secara kewilayahan, sekolah yang belum terlayani MBG paling banyak berada di Kecamatan Penebel dengan 56 sekolah, disusul Kecamatan Marga sebanyak 50 sekolah. Kecamatan Kediri, Pupuan, dan Selemadeg Barat masing-masing mencatat 22 sekolah belum tersentuh MBG. Sementara Kecamatan Kerambitan, Selemadeg, dan Selemadeg Timur tercatat sudah seluruh sekolahnya terlayani.

Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Lambang Prakoso, seizin Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, Kamis (8/1), membenarkan kondisi tersebut.

Ia menyebutkan, dominasi sekolah TK/PAUD yang belum terlayani disebabkan jumlah satuan pendidikannya memang cukup banyak.
“Benar, masih ada sejumlah sekolah yang belum terlayani MBG, dominan jenjang TK/PAUD karena jumlah sekolahnya memang cukup banyak,” jelasnya.

Baca juga:  Presiden Prabowo Angkat Bicara Soal Kasus Keracunan MBG

Ia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi antara Dinas Pendidikan dengan koordinator SPPG Kabupaten Tabanan, dibutuhkan sedikitnya 37 dapur untuk melayani seluruh program MBG di Tabanan. Namun saat ini baru 21 dapur yang beroperasi, lima dapur segera beroperasi, dan sekitar 11 dapur masih dalam tahap observasi.

Sementara itu, data Bappeda Kabupaten Tabanan mencatat pada jenjang TK/PAUD, sebanyak 2.791 siswa belum menerima MBG dari total 8.919 siswa. Pada jenjang SD, jumlah siswa yang belum terlayani mencapai 8.132 siswa dari total 34.796 siswa.

Persentase siswa belum terlayani juga tergolong tinggi pada jenjang MI dan MA, masing-masing di atas 66 persen. Sebaliknya, jenjang SLB tercatat telah terlayani 100 persen.

Baca juga:  Dua Perempuan Asal Thailand Diadili Kasus Impor Narkoba

Terpisah, perwakilan kepala SMP di Tabanan membenarkan bahwa hingga Kamis (8/1) program MBG belum kembali berjalan pascalibur sekolah, meskipun sebelumnya direncanakan mulai berjalan kembali pada tanggal 8. “Untuk Kamis ini belum jalan kembali. Terakhir saat libur sekolah kemarin MBG yang diberikan bersifat kering. Informasi dari koordinator SPPG, rencananya MBG basah dan kering akan kembali dibagikan Jumat dan Sabtu,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan juga menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan optimal dan menjangkau seluruh sekolah serta siswa yang hingga kini belum terlayani.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN