
SINGASANA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan sejak Senin (23/2), menyebabkan 26 kepala keluarga (KK) di Banjar Jagasatru, Desa/Kecamatan Kediri, terdampak banjir.
Genangan air setinggi lutut orang dewasa tersebut merendam rumah warga hingga Selasa (24/2), bahkan dua KK memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.
Camat Kediri, I Made Surya Darma mengatakan, kawasan tersebut memang kerap dilanda banjir setiap musim hujan. Mengingat posisi permukiman berada di dataran lebih rendah dibanding kawasan sekitarnya, seluruh air buangan dari wilayah di atasnya mengalir langsung ke permukiman. Minimnya drainase dan sumur resapan membuat air tidak memiliki jalur pembuangan sehingga mudah meluap saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Air dari atas langsung masuk ke rumah warga karena wilayahnya lebih rendah. Tidak ada drainase maupun saluran pembuangan, jadi air tertahan,” jelasnya.
Menurutnya, petugas TRC dari BPBD Kabupaten Tabanan juga telah melakukan penyedotan air selama sehari penuh pada Senin (23/2). Namun, hujan yang terus menerus tanpa henti hingga Selasa membuat genangan kembali muncul. Pemerintah kecamatan sebelumnya juga telah menggelar rapat kesiapsiagaan bersama warga mengingat banjir di wilayah tersebut tergolong rutin terjadi.
Dari 26 KK terdampak banjir tersebut, dua KK diantaranya mengungsi ke rumah kerabatnya di Banjar Kahuripan, Desa Kediri. “Dua KK sementara ke rumah kerabatnya, bukan karena rumahnya tidak bisa ditempati, cuma biar lebih nyaman saja,” jelas Surya Darma.
Kondisi tersebut turut mendapat perhatian Wakil Bupati Tabanan, Made Dirga yang turun langsung meninjau lokasi banjir. Dalam kesempatan itu, bantuan sembako diserahkan kepada warga terdampak.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Tabanan, I Nyoman Sri Nadha Giri menyatakan, penanganan terus dilakukan dengan menerjunkan TRC. Pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi teknis untuk percepatan pembangunan saluran air. Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Tabanan merencanakan pembangunan drainase dan sumur resapan di kawasan Jagasatru agar air dapat dialirkan ke selokan dan tidak lagi menggenangi rumah warga saat hujan deras turun. (Puspawati/balipost)










