Tim juri Dinas Kebudayaan Kota Denpasar sedang menilai ogoh-ogoh di Banjar Kaliungu Kelod, Denpasar, Senin (23/2). Dari hasil penilaian ini, 16 besar ogoh-ogoh terbaik akan tampil dalam pawai dan pameran pada puncak Kasanga Festival. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hari pertama penilaian ogoh-ogoh dalam rangka Kesanga Festival Kota Denpasar berlangsung pada Senin (23/2). Lima dewan juri mulai menjalankan tugas dan kewajibannya dengan berpedoman pada kriteria yang telah disepakati bersama oleh para yowana se-Kota Denpasar. Penilaian pun berlangsung cukup ketat mengingat inovasi yang dilakukan para sekaa teruna makin baik setiap tahunnya.

Salah seorang dewan juri, Komang Indra Wirawan yang akrab disapa Komang Gases mengatakan, penilaian dilakukan secara objektif dan profesional. Menurutnya, terdapat sejumlah aspek utama yang menjadi perhatian tim juri, terutama pada unsur ideoplastis dan fisikoplastis.

“Ideoplastis berkaitan dengan ide, konsep, dan gagasan. Para yowana harus benar-benar memahami cerita, sumber, maupun literatur yang diangkat. Ketika cerita sudah jelas dan kuat, barulah masuk pada penilaian fisikoplastis,” ujarnya di sela-sela penilaian di Banjar Kaliungu Kelod.

Fisikoplastis lanjutnya, mencakup bentuk, anatomi, pewarnaan, rancang bangun, kreativitas, hingga penggunaan bahan. Apabila unsur ideoplastis telah matang, maka aspek fisikoplastis akan menjadi satu kesatuan yang utuh dan menghadirkan makna serta harmonisasi dalam karya ogoh-ogoh tersebut. “Kalau dua unsur ini tidak diperhatikan dengan baik, tentu berdampak pada nilai akhir,” tegasnya.

Baca juga:  Remaja Dibegal di Padangsambian, Diancam Pakai Celurit

Memasuki hari pertama, juri telah melakukan penilaian terhadap sejumlah peserta. Namun, hingga sesi awal tersebut, belum banyak ditemukan terobosan baru yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kurang lebih sudah empat atau lima yang dinilai, tetapi nuansanya masih seperti tahun-tahun kemarin. Mungkin nanti ada yang menghadirkan sesuatu yang baru,” ungkapnya.

Meski demikian, Komang Gases memprediksi persaingan tahun ini berlangsung sangat ketat. Ia menilai generasi muda di Denpasar terus belajar dan berinovasi dari tahun ke tahun. Selain itu, ketersediaan bahan yang semakin mudah diperoleh turut mendorong peningkatan kualitas karya.

Ia memastikan dewan juri tidak akan melakukan tebang pilih dalam menentukan 16 besar terbaik. Penilaian murni didasarkan pada kriteria yang telah disepakati bersama.“Yang lolos 16 besar pastinya yang terbaik berdasarkan kriteria. Jangan sampai disalahartikan. Setiap lomba memiliki format, penilaian, kondisi, dan keadaan yang berbeda,” terangnya.

Baca juga:  Di Tengah Pandemi COVID-19, Garap Sektor Pertanian Sampai Pelayanan Kesehatan

Sementara, Arsitek Ogoh-ogoh ST Tirta Mandala, Banjar Kaliungu Kelod Putu Dwi Satya didampingi Ketua ST Tirta Mandala Putu Yuda Pratama mengatakan, penilaian karya ogoh-ogoh tahun ini yang kreterianya sudah dipatok memberi keterbatasan dalam berkarya. “Sekarang kan dipatok harus mengikuti, jadi kita tidak bisa mengapresiasikan ide-ide bebas kita. Karena kita harus ikut arahan dari Kesanga Fest ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan tema yang diambil dari penggarapan ogoh-ogoh ST Tirta Mandala tahun ini adalah Vajra Yuda atau Peperangan Vajra. Ogoh-ogoh yang dibuat berbahan ramah lingkungan dengan ulatan bambu dan rotan. Pengerjaan sudah dimulai sejak Desember lalu yang dipersiapkan diakuinya lebih matang pada tahun ini.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat ditemui di Banjar Hyang Batu Kauh mengatakan, memberikan apresiasi kepada semangat para pemuda atau yowana di Denpasar yang telah mengikuti lomba logoh-ogoh dalam Kesanga Festival dengan penuh semangat. Dikatakannya ada penambahan peserta lomba tahun ini. “Kami apresiasi semangat para yowana, dengan jadwal yang sudah disiapkan ternyata mereka sudah siap. Itu kita sangat apresiasi,” terangnya.

Baca juga:  Peringatan HUT ke-80 TNI, Ini Penekanan Panglima

Penilaian akan terus berlanjut hingga seluruh peserta dinilai. Ada 223 sekaa teruna tahun ini yang ikut serta dalam lomba. Hasil akhir nantinya diharapkan mampu mencerminkan kualitas terbaik ogoh-ogoh karya yowana Kota Denpasar dalam pelaksanaan Kesanga Festival tahun ini.

Sebelumnya Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana mengatakan, dalam lomba ogoh-ogoh tahun ini yang diikuti 223 peserta akan dipilih 16 terbaik. Keenam belas terabiki ini nantinya akan tampil dalam pawai sekaligus pameran pada puncak Kasanga Fest di kawasan Puputan Badung 6 hingga 8 Maret nanti. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN