
SINGARAJA, BALIPOST.com – Memasuki bulan Ramadhan, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng dialihkan menjadi paket makanan kering khusus bagi siswa beragama Islam. Sementara siswa non muslim tetap menerima makanan siap santap seperti biasa.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Buleleng, Rusdianto, Rabu (18/2) menjelaskan, kebijakan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng serta mempertimbangkan kondisi di lapangan. Khusus madrasah, sejumlah sekolah juga mengajukan permohonan bantuan untuk kegiatan buka puasa bersama.
Menurutnya, hal tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Untuk sekolah Muslim dan madrasah tetap kita distribusikan, tetapi dalam bentuk kemasan paket kering. Paket diberikan saat siswa hendak pulang sekolah agar tidak mengganggu kekhusyukan beribadah,” ujarnya.
Sementara untuk sekolah umum, pihak sekolah diminta mendata siswa Muslim. Skemanya serupa, yakni diberikan paket kemasan yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa atau tahan hingga sore hari.
Sedangkan siswa yang tidak menjalankan puasa tetap menerima makanan siap santap.
Rusdianto menegaskan, penyesuaian ini dilakukan agar program tetap berjalan tanpa mengurangi manfaat bagi penerima, sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah Ramadhan di lingkungan sekolah.
Namun demikian, distribusi pada pekan ini sementara dihentikan. Pasalnya, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung dari rumah sehingga menyulitkan proses penyaluran. Selain itu, adanya cuti bersama membuat distribusi belum dapat dilakukan secara optimal. “Meski cuti bersama, kami tetap menyalurkan bantuan kepada kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita selama masa libur,” tutupnya. (Yudha/balipost)










