Kondisi pos retribusi di DTW penulisan, Kintamani. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Kondisi pos retribusi di Daya Tarik Wisata (DTW) Penulisan, Kintamani, terpantau memprihatinkan. Bangunan yang berada tepat di depan Pura Penulisan tersebut nampak tidak terawat dengan kondisi tembok kusam dan kerusakan pada bagian atap seng.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Dirga Yusa, dikonfirmasi terkait kondisi itu mengakui bahwa perbaikan aset tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, mengingat adanya retribusi yang ditarik dari lokasi tersebut.

Baca juga:  Dewan Pertanyakan Dana Retribusi Dermaga Rakyat Padangbai

Dia menyatakan pada tahun ini pihaknya telah mengajukan usulan perbaikan untuk sejumlah aset penghasil PAD (Pendapatan Asli Daerah) kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Namun, belum bisa terealisasi di APBD karena keterbatasan dana. “Kami sudah ajukan beberapa titik perbaikan aset yang menghasilkan uang. Jika tidak bisa di (anggaran) induk, rencananya di APBD Perubahan akan kita lakukan perbaikan ringan pada beberapa loket,” ujar Dirga Yusa, Selasa (17/2).

Di sisi lain, Dirga Yusa mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menerapkan One Gate System Online tahun ini. Langkah ini sesuai rekomendasi ASITA Bali dan guna menanggapi banyaknya keluhan wisatawan terkait pungutan di beberapa lokasi.

Baca juga:  Dibenarkan, Satu PNS Pemprov Bali Positif COVID-19

Dalam konsep ini, pemerintah daerah akan menyiapkan satu portal berbasis web yang memuat informasi DTW, lokasi, jenis atraksi, paket wisata dan tarif masuk semua DTW yang ada di Bangli. Setiap pengunjung melakukan reservasi di portal tersebut termasuk pembayaran retribusi masuk dan juga paket wisata yang disediakan DTW.

Meski berencana menerapkan One Gate System Online tahun ini, Pemkab tidak akan menghapus keberadaan fisik pos retribusi. Loket di masing-masing DTW tetap akan disiagakan untuk melayani wisatawan yang belum melakukan reservasi secara online.

Baca juga:  Empat Kali Pecah Rekor di PPKM Darurat, Peta Zona Risiko Bali Memburuk

Dirga Yusa menambahkan bahwa bupati telah menginstruksikan penyesuaian dan peningkatan kualitas pelayanan pariwisata sebagai penopang utama PAD. “Hampir semua permohonan di-acc setelah penghitungan anggaran di TAPD,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN