Manggala Prawartaka, I Wayan Suiji saat menyerahkan hadiah kepada para juara dalam kegiatan Bulan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali ke-VIII di Desa Adat Tegenan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Tegenan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem kembali melaksanakan kegiatan Bulan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali ke-VIII, yang digelar di Bale Desa setempat, pada Minggu (15/2).

Kegiatan utama pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini adalah untuk melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali sebagai warisan budaya leluhur.

Manggala Prawartaka atau Ketua Panitia, I Wayan Suiji mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan Surat Edaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat Adat Provinsi Bali dan Surat Keputusan Bendesa Desa Adat Tegenan.

Kata dia, kegiatan ini, mengusung tema “Atma Kerti, Udyana Purnaning Jiwa. “Tema tersebut mengandung makna pemuliaan jiwa melalui pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai warisan budaya yang adiluhung,” ucap Suiji.

Baca juga:  Bujuk Rayu Lolos CPNS, Korban Tertipu Setorkan Rp 250 Juta

Suiji mengatakan, dalam kegiatan tahun ini dilaksanakan berbagai lomba yang diikuti oleh perwakilan sepuluh dadia se-Desa Adat Tegenan. Jelas dia, adapun jenis lomba yang diselenggarakan meliputi, lomba mewarnai gambar tingkat TK, nyurat Aksara Bali tingkat SD, nyurat di lontar tingkat SMP, ngewacen Aksara Bali tingkat SMA/SMK, mesatua Bali oleh ibu-ibu Pakis dadia, pidarta Basa Bali oleh prajuru dadia, lomba konten kreator oleh tim sekaa teruna masing-masing dadia.

“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas dukungan krama yang telah memberikan sumbangan atau donasi berupa dana dari sejumlah pihak. Berkat dukungan tersebut, jenis lomba serta hadiah bagi para peserta meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Baca juga:  Empat Warga Negara Jepang Ikuti Upacara Maligya Punggel di Desa Mas

Menurut Suiji, kegiatan utama pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini adalah untuk melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali sebagai warisan budaya leluhur.

“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menggunakan bahasa Bali yang baik dan benar, sekaligus menjaga adat dan budaya Bali dari kepunahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Tegenan, I Ketut Wana Yasa, mengapresiasi para klian dadia dan panitia yang telah bekerja keras sehingga acara dapat berjalan lancar dan lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.

Selian itu, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi melalui dana punia, serta memberikan penghargaan kepada dewan juri dan para peserta. “Anak-anak muda Tegenan ternyata sangat berpotensi dan cukup antusias dalam pelestarian bahasa, sastra, dan aksara Bali, seperti keterampilan menulis di lontar,” katanya.

Baca juga:  Tingkatkan Ekonomi Bali, Ratusan Wisudawan di UT "Applause" Gubernur Koster

Di bagian lain, Koordinator Bidang Seni sekaligus Ketua Pakis Desa Adat Tegenan,  Ni Kadek Ririn Susanti, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para peserta, khususnya anak-anak Sekaha Igel Citta Werdhi yang tampil percaya diri meskipun dengan kostum sederhana.

“Keberanian mereka dalam menari, karaoke, dan berbagai penampilan lainnya sangat membanggakan. Termasuk ibu-ibu Pakis yang telah berani tampil maksimal,” jelasnya. (Eka Prananda/balipost)

BAGIKAN