Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyatakan, bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran (mapel) wajib mulai kelas 3 sekolah dasar (SD) pada 2027.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional dan daya saing generasi muda Indonesia. Hal itu disampaikan di sela – sela kunjungan pada Jumat (13/2).

Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, pemerintah akan menggelar pelatihan bagi guru-guru kelas pada 2026. Pelatihan ini bertujuan agar para guru siap mengajar bahasa Inggris secara efektif ketika kebijakan mulai diterapkan. “Kami sampaikan bahwa mulai tahun 2027, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai dari kelas 3 SD,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca juga:  Polda Bali Amankan Sholat Idulfitri di Sejumlah Lokasi

Dia menegaskan, kementerian tidak akan melakukan rekrutmen guru baru untuk program ini. Sebaliknya, guru yang sudah ada akan diberikan peningkatan kapasitas. “Kami tidak mengangkat guru baru, tetapi guru yang sudah ada kami latih untuk dapat mengajar bahasa Inggris dengan baik,” katanya.

Selain penguatan bahasa Inggris, Kemendikdasmen juga mendorong penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) di seluruh satuan pendidikan. Menurut Mu’ti, pembenahan pendekatan pembelajaran menjadi kunci untuk memperbaiki capaian pendidikan nasional yang dinilai masih belum optimal. “Kami ingin memperbaiki dari hulunya, yaitu dari pendekatan pembelajarannya,” ujarnya.

Baca juga:  Festival Mangrove 2023, Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar "Eco Games"

Di sisi lain, pemerintah juga menjalankan program peningkatan kompetensi dan kualifikasi akademik guru. Bagi guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1, pemerintah membuka kesempatan melanjutkan pendidikan melalui skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL).

Abdul Mu’ti menyebutkan, pada 2025 pemerintah mengalokasikan program tersebut untuk 12.500 guru. Sementara pada 2026, alokasi ditingkatkan menjadi 150.000 guru di seluruh Indonesia, mencakup semua jenjang dan mata pelajaran. “Seluruh guru, tidak hanya kepala sekolah, dapat mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam secara bertahap hingga merata di seluruh Indonesia,”pungkasnya. (Yudha/balipost)

Baca juga:  Calon Pemimpin Bali ke Depan Wajib Memiliki Visi Misi Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun

 

BAGIKAN