
DENPASAR, BALIPOST.com – Forum Swakelola Sampah Bali menyampaikan aspirasi langsung kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, Jumat (13/2). Pertemuan yang berlangsung di Warung Sari Manis, Denpasar, itu menyoroti rencana penutupan TPA Suwung yang dinilai belum tepat waktu.
Ketua Forum Swakelola Sampah Bali, I Wayan Suarta, menegaskan agar penutupan TPA Suwung ditunda. Menurutnya, infrastruktur dan teknologi pengolahan sampah di wilayah Denpasar dan Badung belum sepenuhnya siap untuk menampung beban sampah jika TPA Suwung segera dihentikan operasionalnya.
“Transisi menuju sistem pengelolaan modern harus dipastikan matang. Jangan sampai tergesa-gesa, karena dampaknya bisa menimbulkan krisis sampah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/2) malam.
Forum menyoroti perlunya koordinasi lintas kementerian, terutama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), agar kebijakan yang diambil selaras dengan kesiapan teknis di lapangan. Saat ini, alat pengolah sampah berkapasitas 600 ton per hari baru direncanakan siap pada November mendatang. Sementara itu, solusi jangka panjang berupa Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) diproyeksikan baru dapat beroperasi dalam dua tahun ke depan.
Menurut Forum, jika penutupan dilakukan sebelum fasilitas pengganti benar-benar siap, potensi penumpukan sampah di Denpasar dan Badung sangat besar. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), serta kenyamanan wisatawan.
Forum juga menyuarakan keresahan para pegiat lingkungan dan pelaku usaha pariwisata terhadap dampak citra Bali sebagai destinasi dunia yang bersih dan nyaman. Krisis sampah dinilai dapat menurunkan kepercayaan wisatawan dan investor.
Melalui dukungan pemerintah pusat, Forum Swakelola Sampah Bali berharap tercipta sinergi kebijakan yang realistis dan terukur. Mereka mendorong agar Bali mampu mengelola limbah secara mandiri dan profesional, sekaligus menjadi pionir provinsi ramah lingkungan di Indonesia. (Ketut Winata/balipost)










