Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming dalam pertemuan dengan pelaku pariwisata di Politeknik Pariwisata Bali, Kuta Selatan, Badung, Jumat (13/2). (BP/HO-BPMI Setwapres)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming dalam pertemuan dengan pelaku pariwisata di Politeknik Pariwisata Bali, Kuta Selatan, Badung, Jumat (13/2) menyoroti persoalan pengolahan sampah di Bali sebagai isu strategis yang berkaitan langsung dengan keberlanjutan sektor pariwisata.

Ia menyampaikan bahwa penanganan sampah menjadi prioritas pemerintah pusat. Salah satunya lewat program Waste to Energy yang saat ini tengah berproses di Danantara dan menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Bali. Saya titip, Pak Gubernur, hulu sampai hilir ini perlu dijaga betul-betul. Jadi habit (kebiasaan) pemilahan sampah dari rumah ini perlu digalakkan,” tuturnya.

Baca juga:  Wapres Maruuf Amin Hadiri Prosesi Pemakaman Shinzo Abe

Lebih jauh Wapres menegaskan bahwa penanganan sampah memerlukan langkah cepat dan terkoordinasi, mengingat urgensinya terhadap citra dan daya saing pariwisata Bali.

“Sampah, nanti minggu depan langsung kita rapatkan gitu ya. Ini urgent (penting) sekali, urgent sekali ini harus segera dirumuskan,” tegas Wapres dalam keterangan tertulisnya

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali yang telah menindaklanjuti arahan Presiden terkait kebersihan kawasan wisata, khususnya pantai.

Baca juga:  Dua Siswi SUKSMA Raih Nilai UNBK Tertinggi Se-Bali Program Bahasa

“Terima kasih sekali Pak Gubernur sudah menindaklanjuti arahan dari Pak Presiden terkait kebersihan pantai di Bali,” ucap Wapres.

“Ini sangat penting Pak untuk menjaga Bali yang kita cintai ini,”

Ia juga mengatakan pentingnya pemanfaatan momentum kunjungan wisatawan pada Kuartal I 2026 serta percepatan penanganan sampah di Bali sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing sektor pariwisata nasional.

Dalam dialog bersama para pelaku usaha, Wapres menyoroti bahwa periode awal tahun menjadi fase krusial yang harus dioptimalkan secara maksimal, mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada sejumlah momentum libur panjang.

Baca juga:  Suarsa Ditemukan Tewas Gantung Diri

“Kuartal I 2026 ini sangat penting sekali. Kemarin ada libur panjang Nataru (Natal dan Tahun Baru), ini ada libur Imlek, dilanjut lagi ada libur Lebaran, ini penting sekali. Momentum ini benar-benar harus dijaga. Lalu setelah itu, Juni-Juli sudah mulai juga libur Sekolah,” imbuh Wapres.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha menjadi kunci untuk memastikan lonjakan kunjungan wisatawan dapat berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. (kmb/balipost)

BAGIKAN