Rakor di Desa Adat Padangtegal terkait ketertiban dan keamanan, Jumat (13/2). (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Dalam upaya menciptakan situasi wilayah yang kondusif di pusat pariwisata, Desa Adat Padangtegal menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait ketertiban dan keamanan. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (13/2), di LPD Desa Adat Padangtegal.

​Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran OPD terkait, tokoh adat, TNI, dan Polri. Dalam rakor, Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam mendukung kebijakan yang dihasilkan dari rapat koordinasi ini.

Baca juga:  Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace Serahkan Penghargaan Bali Jani Nugraha dan Dharma Kusuma

Ia menekankan pentingnya langkah preventif guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Polsek Ubud akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan sebagai upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif, khususnya di kawasan wisata yang menjadi wajah dari Ubud,” ujarnya.

Kapolsek mengidentifikasi bahwa keterbatasan lahan parkir merupakan faktor utama maraknya parkir sembarangan di bahu jalan. Terkait hal ini, ia mendorong adanya koordinasi lintas instansi untuk penataan parkir yang lebih efektif dan terarah.

Baca juga:  Kunjungan Wisata Merosot, Pengguna Jalan Tol Bali Mandara Turun Drastis

​Mengenai fenomena taksi online yang kerap mangkal di badan jalan, Kapolsek menjelaskan bahwa saat ini penindakan masih dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif. Imbauan dan teguran dilakukan secara berkelanjutan kepada pengemudi. Mengingat penindakan tilang belum dapat dilaksanakan secara langsung di lokasi tersebut, pengawasan intensif menjadi kunci untuk meminimalisir gangguan arus lalu lintas.

​Rapat ini diakhiri dengan kesepahaman bersama bahwa keamanan Ubud tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak. Dibutuhkan kerja sama yang solid dari semua komponen. Dengan sinergi ini, diharapkan Desa Adat Padangtegal tetap menjadi destinasi wisata yang nyaman, tertib, dan aman bagi wisatawan maupun masyarakat lokal. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Nestapa Pedagang Souvenir, Berharap Wisdom dan Tawarkan Harga Corona
BAGIKAN