Salah seorang petugas memasang lampion di jembatan Jalan Gajah Mada, Denpasar, Jumat (13/2). Sekitar 1000 lampion akan dipasang di sepanjang jalan ini dalam rangka memeriahkan perayaan Imlek. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Suasana Imlek sudah nampak di Jalan Gajah Mada, Denpasar, pada Jumat (13/2), dengan pemasangan lampion di kawasan tersebut. Ada sekitar 1.000 lampion yang dipasang di sepanjang jalan tersebut dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Ketua Pembina Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali, Sudiarta Indrajaya saat dikonfirmasi mengatakan, pemasangan lampion ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Pemasangan lampion ini dikemas dalam acara Festival Cahaya Lampion yang akan berlangsung dari 17 hingga 21 Februari.

Baca juga:  Satu Lagi DPO Kejari Gianyar Ditangkap, Masih Sisa Segini

Perayaan Imlek pada 2026 ini, diakuinya, berlangsung dalam skala kecil. Hal tersebut dikarenakan Festival Imlek Bersama yang biasanya dilangsungkan dengan acara berskala besar digelar 2 tahun sekali berdasarkan arahan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

“Festival besar memang tidak digelar tahun ini. Karena Festival Nusantara diminta oleh Bapak Wali Kota digelar 2 tahun sekali. Jadi kita ambil setiap tahun ganjil,” ungkapnya.

Baca juga:  Bupati Gede Dana Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti mengatakan, Festival Cahaya Lampion ini digelar melalui kolaborasi dengan Perhimpunan INTI Bali. Untuk beberapa kawasan yang belum terjangkau, pemasangan lampion akan difasilitasi langsung INTI Bali.

“Festival lampion ini menjadi simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan masa depan. Lampion juga dimaknai sebagai penerang di tengah kegelapan, penolak nasib buruk, serta simbol kebersamaan keluarga, dengan warna merah yang merepresentasikan kemakmuran,” jelas Riyastiti.

Baca juga:  Barongsai hingga Barong Ket Meriahkan Festival Imlek di Kawasan Heritage Denpasar

Festival Cahaya Lampion akan dirangkaikan dengan Cafe Festival yang merangkul pelaku UMKM lokal. Tidak hanya itu, festival ini juga akan dimeriahkan dengan musik akustik yang diisi oleh pemuda dan pemudi Kota Denpasar. Penampilan tersebut akan berlangsung di beberapa coffee shop sepanjang Jalan Gajah Mada sebagai wadah pengembangan kreativitas generasi muda. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN