
DENPASAR, BALIPOST.com – Menjelang perayaan hari raya Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026, suasana khas Tahun Baru Tionghoa mulai terasa di kawasan Jalan Kartini hingga Jalan Gajah Mada, Denpasar. Sejak Minggu (8/2), warga setempat secara bergotong royong memasang ratusan lampion merah yang membentang di sepanjang ruas jalan tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan keterlibatan aktif warga, khususnya generasi muda, dalam mempersiapkan dan menata lampion. Hiasan bernuansa merah itu telah menghiasi kawasan pusat kota, menghadirkan suasana Imlek yang menarik perhatian masyarakat serta pengguna jalan.
Pendiri Kongco Sing Bie Bio, Jalan Kartini Gang II Nomor 2, Jero Gede Kuning, Senin (9/2/), mengatakan, rangkaian perayaan Imlek tahun ini mengedepankan semangat kebersamaan dan kebangkitan.
Menurutnya, perayaan Imlek menjadi momentum untuk menjaga persatuan seluruh lapisan masyarakat dalam memajukan Bali sekaligus memohon pemulihan energi setelah musibah banjir bandang yang sempat melanda.
Selain pemasangan lampion dan pembersihan area Kongco yang beraliran Siwa-Buddha, Jero Gede Kuning mengatakan, anak-anak muda setempat yang diketuai Sidanta turut menggandeng pelaku UMKM Denpasar dengan membagikan makanan gratis di sepanjang Jalan Kartini. Rangkaian kegiatan juga mencakup kirab budaya di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Jalan Kartini, yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Februari 2026, atau beberapa hari setelah Imlek.
“Kirab nantinya akan ditandai dengan prosesi Ida Batara tedun yang bertujuan menetralisir energi negatif agar kehidupan masyarakat di tahun 2026 berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.
Puncak rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada 22 Februari 2026 melalui pertunjukan bertema “Suara Pasar” yang digelar di pelataran parkir Melanting Pasar Badung. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus hiburan bagi masyarakat luas.
Pemasangan lampion dilakukan mulai dari area Kongco hingga sepanjang Jalan Kartini dan Jalan Gajah Mada. Dinas Pariwisata Kota Denpasar turut mendukung dengan memasang gate masuk dan keluar di kawasan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya. Secara keseluruhan, ratusan lampion akan menghiasi dua kawasan utama ini hingga menjelang dan sesudah Imlek.
Dengan semarak lampion dan rangkaian kegiatan budaya tersebut, perayaan Imlek 2026 di Jalan Kartini diharapkan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat Denpasar sebagai kota yang menjunjung tinggi harmoni dan keberagaman budaya. (Widiastuti/bisnisbali)










