Seorang warga melihat pondasi rumah yang ambrol di Jalan A Yani Utara Gang Wahyu, Denpasar, Kamis (12/2). Ambrolnya senderan dan pondasi ini mengakibatkan akses kos-kosan sulit dilintasi. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jebolnya fondasi rumah yang menutupi akses kos-kosan di Jalan Ayani Utara tepatnya di Gang Wahyu ternyata sudah ada tanda-tanda retakan sebelumnya. Pada saat fondasi jebol kondisi cuaca masih cerah yang kemungkinan bencana tersebut terjadi akibat labilnya tanah.

Hal tersebut diakui oleh salah seorang warga penghuni kos-kosan yang terdampak, Ni Made Anggreni (41) pada Kamis (2/12). Dia mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.30 WITA diawali dengan suara retakan yang selanjutnya pondasi langsung roboh.

Baca juga:  Peduli Kepada Warga, Wabup Kasta Serahkan Dua Alat Bantu Dengar di Nusa Penida

Menurutnya saat kejadian tidak sedang hujan dan kondisi cerah. “Hujannya kemarin baru ada. Tadi itu masih cerah,” ujarnya.

Demikian dijelaskan, sejak sehari sebelumnya retakan pada pondasi rumah sudah nampak. Retakan terjadi pada pondasi rumah sampai ke belakang. Kemudian pagi hari retakan semakin terlihat keras. “Dan dari pagi itu sudah mulai ada suara retakan,” ujarnya.

Saat kejadian Angreni mengaku masih berada di teras rumah kos-kosannya. Ia mengaku tidak bisa keluar mengingat akses sudah tertutup. “Lalu BPBD datang baru saya bisa keluar,” katanya.

Baca juga:  Warga dari 15 Banjar Gerudung DPRD Karangasem

Anggreni mengaku saat ini belum bisa masuk kos-kosan kembali untuk mengambil barang-barang. Termasuk keperluan untuk sekolah anak. Untuk sementara dia akan tinggal di di rumah pemilik kos.

Ia mengaku akan mencari kos-kosan baru. “Ga berani di sini lagi. Takut hujan lagi terus makin ketarik dan jebol,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN