
DENPASAR, BALIPOST.com – Meski sudah memasuki low season, okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Denpasar masih stabil. Saat libur Imlek yang akan datang, diprediksi bisa menggenjot kembali okupansi di Denpasar sekitar 5 persen. Hal tersebut diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta, Kamis (12/2).
Dia mengatakan, okupansi kamar hotel di Denpasar terutama Sanur saat ini mencapai 65 persen. “Beberapa properti juga ada yang mencapai 70 hingga 75 persen,” katanya.
Untuk libur Imlek nanti, diprediksi ada peningkatan okupansi mencapai sekitar 5 persen. Diperkirakan okupansi nanti mencapai 70 hingga 75 persen. “Bookingan sudah mulai saat ini yang dilakukan secara online. Jadi sudah ketahuan, makanya kami bisa bilang ada kenaikan sekitar 5 persen,” katanya.
Pesanan hotel saat ini, menurutnya, banyak datang dari domestik seperti Jakarta dan Surabaya sehingga pemesanan kamar hotel ini menunjukkan berkaitan dengan libur Imlek. Di Denpasar, terlebih Sanur, tamu yang menginap didominasi oleh wisatawan asing. Tokoh Sanur ini menyebutkan, persentase kunjungan di Sanur adalah 40 persen wisatawan Eropa, 40 persen Australia, dan Asia termasuk domestik sekitar 10 persen.
Puncak ramainya tamu menginap untuk libur Imlek, kata dia, akan terjadi pada H-2. Jika terkena libur panjang, maka kedatangan tamu bisa lebih awal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, rata-rata okupansi hotel di Denpasar khususnya berbintang saat ini masih berkisar 37,5 persen. Sedangkan untuk hotel nonbintang rata-rata 13,85 persen.
“Situasi saat ini belum memperlihatkan peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan menjelang libur Imlek. Kita terus memantau perkembangan situasi sampai H-1 Imlek,” ujarnya. (Widiastuti/bisnisbali)










