
DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melalui Pusdalops melaporkan situasi kebencanaan pada Rabu (12/2) pukul 08.00–15.30 WITA. Sejumlah kejadian pohon tumbang dan tanah longsor terjadi di beberapa wilayah, dengan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Gianyar.
Kalaksa BPBD Bali, I Gede Teja, menyampaikan kondisi cuaca di Bali bervariasi. Cuaca cerah terpantau di Denpasar dan Klungkung, cerah berawan di Tabanan dan Buleleng, berawan di Badung, Karangasem, dan Jembrana, serta hujan terjadi di wilayah Bangli.
Di Kabupaten Tabanan, dua kejadian pohon tumbang dilaporkan dan telah ditangani petugas. Pohon tumbang terjadi di Pasar Tuak Ilang, Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan, serta di saluran irigasi Subak Yeh Nu, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan. “Kedua kejadian di Tabanan sudah ditangani dan nihil korban,” jelasnya.
Peristiwa lebih serius terjadi di Kabupaten Gianyar. Longsor dilaporkan terjadi di proyek bangunan milik Dewa Made Artha di Jalan Air Terjun, Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati. Tiga orang dilaporkan tertimbun material longsor.
Dari informasi terkini, satu korban atas nama Nyoman Sujana meninggal dunia dan telah dievakuasi ke RS Ari Canti. Sementara satu korban mengalami luka berat dan satu lainnya luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
Di Kota Denpasar, tanah longsor juga terjadi di Jalan Ahmad Yani Utara, Gang Wahyu, Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan proses penanganan masih berlangsung.
Sementara itu, berdasarkan informasi BMKG pada 12 Februari 2026, peringatan dini hujan dikeluarkan dengan status waspada untuk wilayah Denpasar, Bangli, dan Klungkung. Sedangkan status Siaga diberlakukan di Badung, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan.
Atas kondisi tersebut, Gede Teja mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan status siaga. (Ketut Winata/balipost)










