
BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli menghimbau sekolah dan siswa untuk ikut berperan aktif mengawasi kualitas paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima. Langkah ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli yang juga Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangli dr. I Dewa Oka Darsana mengimbau sekolah agar selalu mengecek MBG yang akan didistribusikan kepada siswa. Jika ada makanan yang basi atau mencurigakan dari segi tekstur, bau dan warna makanan agar segera dilaporkan.
Demikian juga siswa diharapkan aktif mengamati makanan sebelum mengonsumsinya. “Ketika ada hal-hal yang seperti itu, pihak sekolah agar melaporkan ke satgas untuk selanjutnya kami lakukan pemeriksaan ke pengelola MBG. Intinya adalah kewaspadaan semua pihak,” terangnya, Kamis (5/2).
Oka Darsana memastikan bahwa hingga saat ini pelaksanaan program MBG di Bangli berjalan aman. Belum ditemukan adanya laporan terkait kasus makanan tidak layak konsumsi maupun aduan dari masyarakat mengenai kualitas makanan yang didistribusikan. “Untuk saat ini, laporan terkait kasus MBG tidak layak maupun aduan itu tidak ada. Mudah-mudahan tetap tidak ada,” kata Oka Darsana.
Meski demikian pihaknya tidak mau lengah dan tetap melakukan upaya pencegahan. Oka Darsana mengatakan pihaknya saat ini tengah menyiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pengelola MBG. PKS ini nantinya mewajibkan pengelola menjalani uji baku mutu air, makanan, hingga pemeriksaan kesehatan pramusaji secara berkala. Pihaknya memastikan Labkesda Bangli telah siap, baik dari sisi SDM maupun peralatan, untuk memeriksa baku mutu air dan makanan.
“Draf PKS sudah siap. Senin kami rencana akan menghadap Bupati. Setelah itu, pengelola akan kita undang untuk lakukan edukasi bersamaan penandatanganan PKS,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










