
BANGLI, BALIPOST.com – Meski sukses menyabet peringkat pertama di Provinsi Bali, semangat inovasi di Kabupaten Bangli ternyata belum merata. Partisipasi unit kerja di tingkat bawah, khususnya desa dan Sekolah Dasar (SD), tercatat masih sangat rendah.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bangli I Nengah Wikrama mengungkapkan, Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Bangli terus melonjak selama empat tahun terakhir. Dari peringkat 260 pada 2022 menjadi peringkat 45 nasional pada 2025.
“Bangli juga sukses menyabet peringkat 1 di Provinsi Bali untuk Kluster Kabupaten,” kata Wikrama dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) dan Webinar Pengembangan Inovasi Daerah di Ruang Rapat Bupati Bangli, Kamis (5/2).
Meski secara akumulatif melonjak, namun pihaknya mencatat adanya ketimpangan partisipasi. Dari 317 unit kerja, baru sekitar 21,45 persen yang aktif melaporkan inovasi didominasi oleh Perangkat Daerah (68,96 persen) dan Bagian Sekretariat Daerah (66,66 persen). Sementara itu, partisipasi
Sekolah Dasar (SD) baru 14,72 persen, dan partisipasi Desa/Kelurahan hanya mencapai 1,36 persen.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, dalam arahannya mendorong seluruh jajarannya untuk terus berinovasi. “Di tahun 2026 ini, target kita cuma satu, Menjadi Kabupaten Terinovatif di Indonesia,” tegas Sedana Arta.
Dia pun menginstruksikan seluruh Camat, Kepala Desa, dan Kepala Sekolah untuk mengubah masalah menjadi peluang. Ia juga menekankan pentingnya kebijakan berbasis riset agar solusi yang diberikan tepat sasaran bagi masyarakat.
Bimtek tersebut dihadiri secara daring oleh Pimpinan Perangkat Daerah, para Camat, Pimpinan BUMD, Lurah, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, serta Kepala Sekolah SMP dan SD se-Kabupaten Bangli. (Dayu Swasrina/balipost)









