
DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan digital, platform pinjaman daring (Pindar) Kredione melakukan kunjungan edukatif ke Bali.
Langkah ini diambil mengingat Bali menempati posisi strategis dalam penyaluran kredit secara nasional.
Defrian Afdi, Direktur IT and Operation Kredione, mengungkapkan bahwa kehadiran pihaknya di Pulau Dewata bertujuan untuk memberikan literasi edukasi agar masyarakat tidak hanya sekadar tahu cara meminjam, tetapi juga mampu mengalokasikan dana untuk hal-hal produktif.
Ia mengutarakan berdasarkan data internal Kredione, Bali merupakan pasar yang cukup besar dengan menduduki peringkat ketujuh nasional dalam hal total pencairan dana. Sejak awal berdiri, total penyaluran pembiayaan di Bali telah mencapai angka Rp247 miliar.
”Kita melihat banyak masyarakat yang hanya tahu cara meminjam, tapi tidak tahu cara mengalokasi atau menggunakan pinjaman tersebut untuk hal produktif. Akibatnya, banyak yang terjerat utang,” ujar Defrian saat berkunjung ke Kantor Bali Post di Denpasar, Kamis (5/2).

Ia menuturkan secara demografi, mayoritas pengguna Kredione di Bali didominasi oleh laki-laki dengan rentang usia 34 hingga 55 tahun. Defrian mencatat bahwa sekitar 30% dari total pinjaman digunakan untuk sektor produktif, yakni usaha atau UMKM.
Menanggapi isu penagihan, Defrian menegaskan bahwa Kredione sangat patuh pada aturan OJK. Jika terjadi kredit macet, penagihan dilakukan melalui telepon oleh tim desk collection.
Penggunaan kontak darurat (emergency contact) hanya dilakukan sebagai upaya terakhir jika peminjam tidak bisa dihubungi, itu pun harus melalui persetujuan (consent) dari pemilik nomor tersebut.
Ia pun memberikan pesan kepada warga Bali agar membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum mengajukan pinjaman. “Ingat bahwa setiap pinjaman adalah kewajiban yang harus dikembalikan. Saran kami, bijaklah meminjam,” kata Defrian yang didampingi Governance & Public Relation Manager Kredione, Habriyanto Rosyidi.

Kredione telah melakukan penyaluran kredit sejak berdiri 2019 mencapai Rp12,5 triliun.
Kredione adalah platform P2P lending resmi berizin dan diawasi OJK (KEP-22/D.05/2021) yang dikelola oleh PT Inovasi Terdepan Nusantara. Layanan ini menyediakan pinjaman digital tanpa agunan dengan limit hingga Rp80 juta, dan bunga maksimum 0,3% sesuai regulasi OJK. (Adv/balipost)










