Personel Satbrimob Polda Bali dan Polsek Dentim melaksanakan bersih-bersih sampah di Pantai Padanggalak, Denpasar. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Wilayah hukum Polsek Denpasar Timur (Dentim) memiliki dua pantai yaitu Pantai Biaung dan Pantai Padanggalak. Kedua pantai tersebut tidak terlalu ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Meski demikian, kebersihannya tetap dijaga terutama saat musim sampah kiriman.

Kapolsek Dentim, Kompol Ketut Tomiyasa, Rabu (4/2), menjelaskan, Pantai Padanggalak lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan seperti melasti dan rangkaian upaya ngaben yaitu nganyut, serta aktivitas nelayan.

“Untuk kerawanan, pantai ini cukup curam dan gelombang tinggi. Oleh karena itu kami bersama instansi terkait sering mengimbau pengunjung pantai supaya lebih hati-hati jika mandi atau berenang. Agar dilihat kondisi gelombang,” ujarnya.

Baca juga:  Pascakebakaran, Proses Pembersihan Pasar Tematik Ubud Masih Berlangsung

Dari sisi kebersihan pantai, menurut Kompol Tomiyasa, saat musim hujan banyak sampah kiriman yang hanyut melalui aliran sungai. Namun, banyak komunitas yang peduli lingkungan melakukan bersih-bersih di pantai, termasuk dari unsur pemerintah kecamatan bersinergi dengan polsek, koramil, serta pelajar.

Mantan Kabagops Polresta Denpasar ini menyampaikan, pada Rabu pagi dilaksanakan karya bakti terpadu pembersihan sampah laut di Pantai Padanggalak. Kegiatan melibatkan personel Brimob Polda Bali sebanyak 65 orang dan Polsek Dentim, dipimpin Kabagops Satbrimob, Kompol Made Sudiantara.

Baca juga:  Lonjakan Kasus Covid-19 Masih Terjadi di Jembrana

Kompol Sudiantara mengatakan, wilayah Bali mendapatkan perhatian khusus dari presiden. “Pesan ini penting saya sampaikan sebagai wujud perhatian dan rasa sayang Bapak Presiden kepada kita semua. Beliau menekankan bahwa penanganan sampah di Bali bukan lagi persoalan ringan yang bisa diselesaikan secara parsial atau sementara,” ujarnya.

Menurutnya, sejak Desember 2025, fenomena sampah kiriman telah mengotori pantai-pantai di Bali. Ini bukan sekadar masalah estetika atau pemandangan, melainkan ancaman nyata bagi ekosistem dan citra pariwisata. Oleh karena itu, sesuai arahan presiden, kondisi darurat ini harus ditangani dengan serius, cepat, dan terpadu.

Baca juga:  Pantai di Badung Kembali Diserbu Sampah

Bersih-bersih pantai bukanlah sekadar seremonial belaka, melainkan langkah konkret untuk memitigasi krisis lingkungan. Namun, tugas tidak berhenti pada pengangkutan sampah, tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengedukasi masyarakat agar bijak mengelola sampah langsung dari sumbernya.

“Mari laksanakan tugas mulia ini dengan penuh semangat. Ingatlah, setiap potongan sampah yang kita angkut adalah investasi besar bagi keberlanjutan masa depan Bali,” ucapnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN