Personel Satlantas Polresta Denpasar mengamankan motor pelaku tabrak lari dan terkait balapan liar. (BP/dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Aksi brutal yang diduga dilakukan geng motor menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Guna mengantisipasi aksi geng motor dan balapan liar, kepolisian pun mengintensifkan patroli malam hingga subuh.

“Polresta Denpasar dan polsek jajaran terus berupaya mengantisipasi serta menekan aksi kelompok pemotor, trek-trekan atau balap liar tersebut. Terutama saat malam Minggu, dilaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dan diintensifkan di lokasi rawan balapan liar,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Selasa (3/2).

Baca juga:  Banjir dan Kerusakan Hutan Bali, Polisi Diminta Tegakkan Hukum Tata Ruang

Di wilayah hukum Polresta Denpasar, jalur rawan trek-trekan yaitu Jalan Bypass Ngurah Rai, Jimbaran, hingga Nusa Dua. Menurut Iptu Adi, personel polresta dan polsek rutin melaksanakan patroli, namun pelaku balapan liar kucing-kucingan dengan petugas.

Saat ini, wilayah yang jadi pengawasan yakni Jalan Bypass Ngurah Rai Jimbaran, Nusa Dua, Jalan Pratama dan pintu keluar Tol Bali Mandara. Patroli dilakukan menggunakan metode patroli blue light dan menyisir ruas jalan rawan untuk memantau kelompok pemotor yang berkumpul serta potensi trek-trekan.

Baca juga:  Keamanan Pintu Masuk Bali Jelang Nataru Ditingkatkan

“Polisi kadang juga patroli dini hari atau subuh. Namun kadang-kadang aksi mereka berpindah waktu dan biasanya saat petugas biasa tidak terlihat,” ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini.

Menurutnya, petugas tidak hanya memantau, tetapi bertindak langsung apabila menemukan pelanggaran atau indikasi balap liar. Petugas mengamankan sepeda motor tanpa plat nomor atau yang berpotensi dipakai untuk balap liar.

Selain itu, memberikan peringatan serta tindakan seperti tilang atau penyitaan kendaraan bila memenuhi unsur pelanggaran, misalnya knalpot brong dan tanpa dokumen lengkap. Polisi bertindak tegas dilakukan dengan cara membubarkan kerumunan yang diduga hendak melakukan balap liar atau aksi berbahaya di jalan.

Baca juga:  Tujuh Bulan Selesai Direnovasi, Gedung TIC Kintamani Belum Dioperasikan  

“Kami juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, berkoordinasi dengan instansi dan warga,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN