Danramil 1611-07/Denbar, Mayor Cke I Made Oka Widianta menyambangi STT yang sedang membuat ogoh-ogoh. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat Pangerupukan, terutama pengarakan ogoh-ogoh, diwarnai dengan minum minuman keras (miras). Hal inilah yang diantisipasi aparat keamanan dan instansi terkait karena miras kerap kali jadi pemicu gesekan antarkelompok pemuda.

Seperti dilakukan personel Kodim 1611-07/Denpasar Barat, mereka rutin menyambangi sekaa teruna dan mengingatkan agar menjauhi miras. “Kami antisipasi potensi gangguan kamtibmas, seperti konsumsi miras, penggunaan petasan, dan gesekan antarsekaa teruna,” ujar Danramil 1611-07/Denbar, Mayor Cke I Made Oka Widianta, Senin (2/2).

Mayor Oka menyampaikan, dalam rangka pengamanan pawai ogoh-ogoh, seluruh jajarannya di wilayah agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Ada beberapa penekanan yang mesti dilakukan yakni melaksanakan pengamanan terpadu dengan pecalang, linmas, aparat desa/kelurahan, serta kepolisian.

Baca juga:  Tempel Narkoba, Yoga Dituntut 14 Tahun Penjara

Setiap gerakan atau tindakan harus dilakukan dengan humanis dan persuasif. Selain itu melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas pada titik-titik rawan kemacetan serta kerumunan massa.

“Saat pawai ogoh-ogoh nanti kami sampaikan agar mengutamakan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak dan penonton. Selain itu, pastikan jalur evakuasi tetap terbuka,” tegasnya.

Mantan Kapenrem 163/Wira Satya ini meminta anggotanya di lapangan supaya meningkatkan patroli dan komunikasi serta segera laporkan setiap perkembangan situasi secara berjenjang. Diharapkan dengan sinergi seluruh komponen, pelaksanaan pawai ogoh-ogoh dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif, sehingga nilai budaya serta kearifan lokal tetap terjaga.

Baca juga:  Pilkel di Empat Desa, Semua Petahana Unggul Sementara

“Sesuai hasil rapat agung, kami dari pihak TNI siap membantu apabila dibutuhkan. Babinsa kami siapkan di wilayah binaannya masing-masing,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Kapolsek Denpasar Timur (Dentim), Kompol I Ketut Tomiyasa menyampaikan, kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas ke sekaa teruna-teruni (STT) yang sedang membuat ogoh-ogoh merupakan bagian dari upaya Polri dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Bhabinkamtibmas mengimbau agar ogoh-ogoh yang dibuat dijaga dengan baik serta menghindari perilaku yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat, seperti mengonsumsi miras dan memutar musik dengan volume keras, khususnya pada malam hari. Imbauan tersebut disampaikan guna menjaga kenyamanan warga sekitar serta mencegah terjadinya potensi gangguan kamtibmas.

Baca juga:  RSUD Karangasem akan Batasi Jam Besuk dan Penunggu Pasien

“Melalui pendekatan persuasif dan humanis, kami mengajak adik-adik STT untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Dengan demikian, pelaksanaan pembuatan ogoh-ogoh dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tidak mengganggu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kompol Tomiyasa menekankan agar masyarakat tidak ragu untuk berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Melalui kegiatan sambang ini, Polsek Dentim berharap terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama proses pembuatan ogoh-ogoh,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN