Tanah longsor di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung dampak hujan deras Sabtu (31/1) dini hari, merusak tembok penyengker rumah warga. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi terjadi di Kabupaten Jembrana, dalam dua hari terakhir. BPBD Jembrana mencatat beberapa peristiwa pohon tumbang di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, serta satu kejadian tanah longsor di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, saat dikonfirmasi Minggu (1/2) mengatakan, kejadian tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Jumat (30/1) hingga Sabtu (31/1).

“Beberapa kejadian yang ditangani BPBD Jembrana didominasi pohon tumbang dan longsor. Tim TRC bersama Pusdalops sudah turun melakukan kaji cepat dan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Baca juga:  Bali Serahkan Sumbangan Setengah Miliar untuk Korban Siklon Seroja

Untuk kejadian pohon tumbang, BPBD Jembrana, menurutnya, menerima laporan Jumat (30/1), pukul 19.16 WITA dari warga, Dwita Paranata Yasa. Pohon jenis cengkeh tumbang sekitar pukul 16.00 WITA akibat batang tidak mampu menahan beban setelah diguyur hujan deras. Pohon tumbang tersebut menimpa sejumlah bangunan milik warga, di antaranya tempat penampungan air serta penunggu karang.

Selain itu, dua batang pohon cengkeh juga menimpa rumah milik warga, I Komang Edi Diantara, mengakibatkan kerusakan pada bagian atap rumah. Kerusakan yang tercatat meliputi dur, reng, papan sisir, hingga ratusan genteng.

Baca juga:  Pimpinan DPRD Se-Indonesia Dukung RUU Provinsi Bali

Dari pendataan sementara, total kerugian akibat rangkaian pohon tumbang ini diperkirakan bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp5 juta, dengan kebutuhan mendesak berupa pemenuhan kebutuhan dasar.

Sementara itu, bencana tanah longsor terjadi di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, Sabtu (31/1) sekitar pukul 03.00 WITA. Longsor dipicu hujan intensitas tinggi yang mengakibatkan robohnya senderan tembok merajan milik warga atas nama I Komang Mudiasa.

Baca juga:  Dirancang, Rp 1 M untuk Tangani Bencana di Tabanan

Panjang longsoran diperkirakan sekitar 10 meter dengan tinggi kurang lebih 3 meter. Akibat kejadian tersebut, kerusakan terjadi pada tembok penyengker dan pondasi sanggah, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.

BPBD Jembrana memastikan seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Penanganan pertama telah dilakukan TRC Regu III dan Pusdalops BPBD Jembrana, dengan melibatkan unsur pemerintah desa/kelurahan setempat. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN