Petugas mengangkut sampah sisa-sisa upacara Usaba Pitra di Pura Dalem Puri Besakih, pada Jumat (30/1). (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Besakih hingga saat ini masih terus berusaha untuk menuntaskan pembersihan sampah sisa-sisa dari upacara Usaba Pitra di Pura Dalem Puri Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Sampah yang dihasilkan langsung dibawa ke TPS3R yang ada di Banjar Palak untuk diolah.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha mengungkapkan, proses pembersihan sampah sisa-sisa upacara Usaba Pitra tersebut terus dilakukan. Bahkan, sampai saat ini proses pembersihan dan masih dilakukan agar areal pura kembali bersih. “Pengangkutan sampah masih hingga hari ini. Pas puncak usaba sampah tidak diangkut, mengingat pamedek sangat membeludak sehingga setelah panyineban sampah-sampah yang menumpuk baru bisa diangkut,” ujarnya, Jumat (30/1).

Baca juga:  Diterpa Angin Kencang, Bale Panggungan Pura Puseh Kubu Juntal Roboh

Widiartha mengatakan, untuk pengangkutan sampah-sampah tersebut menggunakan sejumlah armada, mulai dari armada desa, badan pengelola dan truk pengangkut sampah dari provinsi Bali. “Sekarang proses penuntasan pembersihan sampah yang masih tersisa, sehingga diharapkan sekarang semua sampah bisa terangkat. Sampah sementara dibawa ke TPS3R di Banjar Palak untuk diolah nantinya.

Sebelumnya, banyak masyarakat yang ngaturang ayah mareresik sampah di Pura Dalem Puri. Mulai dari sejumlah sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Rendang, yayasan, dan Polres Karangasem. Kapolres Karangasem AKBP, I Made Santika menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pencitraan, melainkan bentuk pengabdian tulus dan ikhlas dari jajaran Polres Karangasem.

Baca juga:  Larangan Kembang Api Tahun Baru 2026 Berdampak Positif, Sampah Pantai Badung Turun Signifikan

“Kegiatan bakti sosial religi berupa bersih-bersih di areal Pura Dalem Puri Besakih ini bukan semata-mata untuk pencitraan, namun merupakan bentuk ayahan (pengabdian). Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergitas antara kepolisian dengan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian dan kesucian tempat ibadah,” ujar Made Santika. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN