Aparat dari Polsek dan Koramil melakukan mediasi untuk meredam ketegangan antar warga Desa Klumpu, Nusa Penida di Balai Desa Adat Panca Mandala Gita Desa Klumpu, Senin (26/1). (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Ketegangan antarwarga sempat mencuat di Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Senin (26/1) malam. Situasi tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara dua tim bola voli, yakni tim voli Baledan dan tim voli Iseh.

Kesalahpahaman bermula dari beredarnya sebuah rekaman video berisi ucapan yang dinilai tidak pantas. Hal tersebut menimbulkan ketersinggungan dan penolakan dari tim voli Iseh serta warga Banjar Iseh, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, aparat kepolisian bersama TNI dan tokoh masyarakat setempat bergerak cepat melakukan langkah preventif melalui penerapan Sistem Pengamanan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat).

Baca juga:  Parkir Sembarangan di Depan Uluwatu Square, Belasan Motor Diangkut Tim Gabungan

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya ketika dikonfirmasi mengatakan ketegangan yang sempat mencuat berhasil diredam melalui pendekatan humanis dengan mengedepankan kearifan lokal dan musyawarah.

“Ketegangan yang sempat mencuat di tengah masyarakat Desa Klumpu berhasil diredam melalui langkah cepat dan humanis Polsek Nusa Penida, dengan mengedepankan kearifan lokal serta nilai-nilai musyawarah,” ujar Kesuma Jaya, Selasa (27/1).

Menurut Kapolsek, Kesuma Jaya, aparat gabungan dari Polsek Nusa Penida dan Koramil sempat menggelar mediasi di Balai Desa Adat Panca Mandala Gita, Desa Klumpu, Senin (26/1) malam. Mediasi dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Klumpu Aiptu Agung Suparta bersama Babinsa Desa Klumpu, Kopka I Kadek Parta.

Baca juga:  Pariwisata Sepi, Antusias Lestarikan Terumbu Karang Tetap Terjaga

Mediasi tersebut turut melibatkan Bendesa Adat Panca Mandala Gita, tokoh-tokoh masyarakat, prajuru adat Banjar Baledan dan Banjar Iseh, klian banjar, serta unsur pengamanan desa.

Hasil mediasi menunjukkan kedua belah pihak secara sadar mengakui kesalahan masing-masing, saling memaafkan, dan sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang disaksikan Bendesa Adat dan para tokoh masyarakat sebagai komitmen bersama menjaga keharmonisan desa.

Baca juga:  Pungli, Oknum Catut Nama DLHK Badung

Ia mengapresiasi penyelesaian permasalahan melalui jalur musyawarah dan kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa Polri bersama TNI dan unsur adat akan terus mendorong penyelesaian setiap persoalan masyarakat secara dialogis. “Hal ini penting untuk menjaga persatuan, keharmonisan, serta situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Sri Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN