Suasana di Desa Wisata Penglipuran.(BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Konflik di Timur Tengah sejauh ini belum berdampak pada sektor pariwisata di Kabupaten Bangli. Di Desa Wisata Penglipuran misalnya, meskipun secara umum terjadi penurunan kunjungan sejak bulan Ramadan, wisatawan mancanegara justru menunjukkan tren kenaikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

General Manager Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa mengatakan penurunan jumlah kunjuungan wisatawan di Penglipuran biasa terjadi saat bulan Ramadan. Meski demikian jika dibandingkan periode bulan puasa tahun lalu, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Penglipuran pada periode yang sama tahun ini justru menunjukkan kenaikan signifikan mencapai 18,1 persen per hari.

Baca juga:  Gunarsa Punya Tiga Riwayat Penyakit, Dirawat Tiga Dokter Spesialis

Dia menyebutkan, rata-rata total kunjungan saat ini mencapai 2.000 orang per hari. Didominasi wisatawan domestik mencapai 85 persen. Sementara wisman 15 persen.

Terkait konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah, Sumiarsa menyatakan bahwa dampaknya belum terasa. Hal ini disebabkan karena pangsa pasar Timur Tengah memang memiliki persentase yang sangat kecil bagi desa wisata ini. ” Dari 15 persen wisman yang ke Penglipuran, yang dari Timur Tengah itu sangat kecil. Yang paling banyak dari Eropa dan Cina,” ujarnya.

Baca juga:  Pemulihan Kondisi Pariwisata Bukti Keberhasilan Tangani Pandemi

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli I Wayan Dirga Yusa juga mengatakan konflik di Timur Tengah belum berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Bangli. Meski demikian, langkah antisipasi mulai disiapkan untuk menjaga stabilitas pariwisata di Bangli dengan lebih banyak promosi ke pasar domestik yang memang potensial selama ini berkunjung ke bangli.  (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN