
MANGUPURA, BALIPOST.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi melantik Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung pada Selasa (27/1).
Dalam pelantikan tersebut, Kompiang Gede Pasek Wedha ditetapkan sebagai Direktur Utama dan I Made Anjol Wiguna sebagai Direktur Umum untuk masa jabatan periode 2026–2031.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa pengangkatan direksi baru telah melalui proses seleksi yang transparan dan profesional oleh Panitia Seleksi (Pansel). Ia menepis berbagai spekulasi terkait status Direktur Utama terpilih yang sebelumnya menjabat di Perusda Sanjayaning Singasana, Kabupaten Tabanan.
“Saya tidak melihat siapa orangnya, tetapi prosesnya. Yang bersangkutan melamar sesuai persyaratan, salah satunya tidak merangkap jabatan dan siap mengundurkan diri dari jabatan sebelumnya. Sepanjang memenuhi syarat dan nilainya baik, saya welcome,” tegas Adi Arnawa.
Bupati mengakui proses pergantian direksi kali ini menjadi salah satu yang paling tidak biasa, karena dilakukan sebelum masa jabatan direksi sebelumnya berakhir. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi dan data kinerja yang ada, demi kepentingan perusahaan daerah ke depan.
Ia menegaskan, tidak melakukan intervensi dalam proses seleksi dan sepenuhnya menyerahkan penentuan direksi kepada Pansel. Dari total 21 kandidat yang mendaftar, terpilih dua nama dengan nilai terbaik. “Saya tidak pernah membisiki Pansel untuk memenangkan siapa pun. Saya hanya minta satu hal, berikan saya yang terbaik untuk perusahaan daerah ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adi Arnawa menekankan bahwa pelantikan bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus dibuktikan melalui kinerja. Ia mengingatkan adanya perjanjian kontrak kerja yang menjadi indikator utama penilaian sebagai Kuasa Pemilik Modal.
“Jangan menganggap setelah dilantik semuanya selesai. Kinerja Bapak berdua akan menentukan apakah layak sampai 2031 atau sebaliknya. Kita terbuka dan fair,” tegasnya.
Bupati juga meminta direksi baru segera melakukan konsolidasi internal dan tidak ragu melakukan pembenahan. Ia menegaskan tidak boleh ada pegawai yang berlindung di balik nama pejabat jika kinerjanya buruk.
Dalam kesempatan itu, Adi Arnawa kembali menegaskan visi besar Perumda Pasar dan Pangan MGS sebagai offtaker hasil pertanian lokal Badung. Ia berharap Perumda mampu menyerap produksi petani, memutus praktik ijon, serta membangun ekosistem pemasaran yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
“Pertanian tugasnya produksi, Perumda tugasnya marketing. Ekosistem ini harus dibangun. Kita punya pasar internasional yang luar biasa, tinggal bagaimana menerjemahkannya,” ujarnya.
Ia menutup sambutan dengan penegasan bahwa kepercayaan yang diberikan harus dijawab dengan kerja nyata. “Kalau mampu, bukan hanya sampai 2031. Kalau tidak, setahun pun cukup. Semua terbuka dan bisa dinilai,” pungkasnya.(Parwata/balipost)










