Bhabinkamtibmas Polsek Dentim menyambangi sekaa teruna-teruni sedang membuat ogoh-ogoh.(BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait perayaan Nyepi khususnya malam pangerupukan, Polsek Denpasar Timur (Dentim) terus melakukan upaya antisipasi gangguan kamtibmas. Pemetaan wilayah punya potensi kerawanan dilakukan dan pemantauan terus dilakukan.

“Wilayah hukum Polsek Denpasar Timur ada 11 desa dan kelurahan, semua punya potensi kerawanan ogoh-ogoh yang perlu diantisipasi secara dini untuk cegah terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Kapolsek Dentim Kompol Ketut Tomiyasa, Senin (26/1).

Baca juga:  Cegah PMI Nonprosedural, Desa Diminta Jaga Warganya

Saat ini Polsek Dentim masih melakukan koordinasi dan pendataan dengan banjar-banjar untuk memastikan jumlah ogoh-ogoh. Terpantau saat ini beberapa pemuda banjar sudah memulai mengerjakan ogoh-ogoh di balai banjarnya masing-masing. Oleh karena itu pendataan terus dilakukan.

Sebagai langkah awal, mantan Kabag Ops Polresta Denpasar ini menyampaikan telah memerintahkan para Bhabinkamtibmas untuk turun memantau banjar-banjar yang sudah membuat ogoh-ogoh. Selain agar rutin menyambangi sekaa teruna-teruni dan mengingatkan supaya menjaga keamanan, baik terhadap ogoh-ogohnya maupun lingkungan sekitar. Tujuannya supaya dalam proses pengerjaannya dilakukan malam hari agar tidak mengganggu ketertiban umum di lingkungan tersebut.

Baca juga:  Rute Penerbangan Internasional ke Bandara Ngurah Rai Bertambah

“Kami juga mengimbau hindari aktivitas negatif, seperti konsumsi miras saat kumpul-kumpul. Dalam waktu dekat saya bersama anggota akan turun langsung memantau kegiatan ini. Mari kita sama-sama menjaga keamanan seluruh rangkaian persiapan hari raya Nyepi Caka 1948,” tutupnya.(Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN